KabarBaik.co, Medan — Setelah mengalahkan Indonesia di semifinal 1-0, Australia menundukkan Thailand dengan skor dua gol tanpa balas pada pertandingan final Piala AFF U-19 2026 di Stadion Utama, Sumatera Utara, Sabtu (13/6) malam. Keberhasilan ini tidak hanya membawa pulang trofi bergengsi ke Negeri Kangguru, tetapi juga mengukuhkan dominasi Australia di Asia Tenggara dengan koleksi 6 gelar juara sepanjang turnamen kelompok umur ini bergulir.
Dalam partai puncak tersebut, sejatinya angka statistik menyajikan sebuah paradoks yang menyakitkan bagi skuad muda Thailand. Betapa tidak, tim Gajah Putih itu tampil sangat dominan sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan. Mereka menguasai 51 persen aliran bola dan dengan spartan melepaskan total 13 tembakan untuk menggempur pertahanan Australia.
Mengandalkan sirkulasi bola-bola pendek yang cepat dari kaki ke kaki di bawah arahan pelatih Cakraphan Panpi, Thailand konsisten mengurung lini pertahanan Australia sejak awal babak pertama. Dari 13 percobaan tersebut, enam di antaranya berhasil mengarah tepat ke gawang. Sayangnya, ketangguhan barisan belakang dan kiper Australia mementahkan setiap peluang emas yang lahir dan mulai memicu frustrasi di lini serang Thailand.
Malapetaka bagi Thailand justru datang di menit ke-41 melalui sebuah skema bola mati yang terukur dari Australia. Memanfaatkan keunggulan postur tubuh yang mencolok, Alexander Lech Garbowski berhasil memecah kebuntuan lewat sundulan kepala tajam setelah menyambut umpan silang dari sepak pojok.
Gol tunggal di babak pertama tersebut laksana hantaman gada besi yang meruntuhkan momentum psikologis anak-anak muda Thailand tepat sebelum turun minum, sekaligus mengubah arah jalannya permainan.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Thailand semakin meningkatkan intensitas serangan guna mengejar ketertinggalan. Lagi-lagi berujung pada tujuh tembakan meleset dari sasaran. Di sisi lain, Australia yang hanya memegang 49 persen penguasaan bola bermain sangat pragmatis di area pertahanan dan mengincar serangan balik cepat.
Keasyikan menyerang tanpa melapis lini belakang membuat pertahanan Thailand dihukum secara kejam pada masa injury time. Tepat pada menit ke-90+7, Beckham Baker melepaskan tembakan spekulatif yang bersarang telak di jala gawang Thailand. Gol itupun mengunci kemenangan menjadi dua nol sekaligus menyudahi perlawanan sengit Gajah Perang muda.
Kekalahan dramatis tersebut langsung memicu ratapan media-media olahraga Thailand. Beberapa menyebut tim mereka kini mengemban status sarat ironi sebagai runner-up abadi setelah kembali gagal di partai final dalam dua edisi berturut-turut. Meski demikian, tidak sedikit yang tetap memberikan apresiasi tinggi bahwa timnas telah berjuang sepenuhnya di lapangan.
Surat kabar nasional Matichon meminta publik tidak larut dalam kesedihan. Skuad muda ini dijadwalkan langsung bertolak kembali ke Bangkok untuk menjalani evaluasi total demi menyongsong Kualifikasi Piala Asia U-20 yang akan digelar di Chonburi pada akhir Agustus mendatang. (*)
Berikut daftar juara Piala AFF U-19 (ASEAN U-19 Boys’ Championship) dari tahun ke tahun:
- 2002: Thailand (Juara) dan Myanmar (Runner-up)
- 2003: Myanmar (Juara) dan Malaysia (Runner-up)
- 2005: Myanmar (Juara) dan Malaysia (Runner-up)
- 2006: Australia (Juara) dan Malaysia (Runner-up)
- 2007: Vietnam (Juara) dan Malaysia (Runner-up)
- 2008: Australia (Juara) dan Korea Selatan (Runner-up)
- 2009: Thailand (Juara) dan Australia (Runner-up)
- 2010: Australia (Juara) dan Thailand (Runner-up)
- 2011: Thailand (Juara) dan Vietnam (Runner-up)
- 2012: Iran (Juara / Tim Undangan) dan Uzbekistan (Runner-up / Tim Undangan)
- 2013: Indonesia (Juara) dan Vietnam (Runner-up)
- 2014: Jepang (Juara / Tim Undangan) dan Vietnam (Runner-up)
- 2015: Thailand (Juara) dan Vietnam (Runner-up)
- 2016: Australia (Juara) dan Thailand (Runner-up)
- 2017: Thailand (Juara) dan Malaysia (Runner-up)
- 2018: Malaysia (Juara) dan Myanmar (Runner-up)
- 2019: Australia (Juara) dan Malaysia (Runner-up)
- 2020: Dibatalkan karena Pandemi Covid-19
- 2021: Dibatalkan karena Pandemi Covid-19
- 2022: Malaysia (Juara) dan Laos (Runner-up)
- 2024: Indonesia (Juara) dan Thailand (Runner-up)
- 2026: Australia (Juara) dan Thailand (Runner-up)
Total Perolehan Gelar Juara per Negara
- Australia: 6 kali juara (2006, 2008, 2010, 2016, 2019, 2026)
- Thailand: 5 kali juara (2002, 2009, 2011, 2015, 2017)
- Malaysia: 2 kali juara (2018, 2022)
- Myanmar: 2 kali juara (2003, 2005)
- Indonesia: 2 kali juara (2013, 2024)
- Vietnam: 1 kali juara (2007)
- Iran: 1 kali juara (2012/Tim undangan)
- Jepang: 1 kali juara (2014/Tim undangan)






