KabarBaik.co, Vietnam – Momentum yang sempat menjadi milik Timnas Voli Putri Indonesia pada set pertama, belakangan benar-benar berbalik ke kubu Vietnam. Tuan rumah tampil semakin percaya diri dan kembali menguasai jalannya pertandingan pada set ketiga, sebelum menutupnya dengan kemenangan 25-19 untuk berbalik unggul 2-1 dalam laga leg pertama SEA V Cup 2026 di Dong Anh Gymnasium, Sabtu (1/8) malam WIB.
Melihat permainan timnya mulai kehilangan ritme sejak set kedua, pelatih Marcos Sugiyama mencoba melakukan sejumlah perubahan. Beberapa pemain muda seperti Gendhis, Venissa, dan Shelomita coba dimainkan secara bergantian di posisi opposite hitter untuk memberikan energi baru dalam serangan Indonesia.
Namun, perubahan tersebut belum mampu mengubah arah pertandingan.
Vietnam langsung berupaya tancap gas sejak awal set ketiga dan membuka keunggulan cukup jauh. Permainan disiplin yang diperagakan tim asuhan Nguyen Tuan Kiet kembali menjadi pembeda. Blok-blok rapat mereka berkali-kali berhasil meredam spike para penyerang Indonesia.
Tidak hanya itu, cover block dan dig Vietnam juga bekerja sangat efektif sehingga setiap peluang serangan balik mampu dikonversi menjadi poin.
Sebaliknya, koordinasi pertahanan Indonesia belum kembali seperti saat tampil impresif pada set pertama. Cover block Garuda Pertiwi beberapa kali terlambat menutup ruang, membuat para attacker Vietnam cukup leluasa menyelesaikan serangan.
Keunggulan Vietnam terus melebar menjadi 14-7. Indonesia tampak kesulitan keluar dari tekanan, sementara kepercayaan diri tuan rumah semakin meningkat di hadapan ribuan pendukungnya sendiri.
Saat memasuki technical time out (TTO) kedua, Indonesia masih tertinggal delapan poin. Dominasi Vietnam terus berlanjut melalui permainan yang lebih tenang, minim kesalahan, serta distribusi serangan yang sulit diantisipasi pertahanan Merah Putih.
Di sisi lain, Indonesia belum menemukan kembali irama permainan yang sempat membawa Tisya Amellya dan kawan-kawan tampil gemilang pada set pertama. Serangan-serangan yang sebelumnya efektif lebih mudah dipatahkan blok Vietnam, sementara transisi bertahan ke menyerang belum berjalan optimal.
Kepercayaan diri Tran Thị Thanh Thuy (4T) dan rekan-rekannya pun semakin tinggi seiring bertambahnya keunggulan. Mereka mampu menjaga tempo permainan hingga akhirnya kembali mengamankan set ketiga dengan skor identik 25-19.
Hasil tersebut membuat Vietnam berbalik memimpin pertandingan 2-1. Indonesia kini menghadapi tekanan besar untuk memenangi set keempat apabila ingin menjaga asa memaksakan laga berlanjut ke rubber set. (*)






