KabarBaik.co, Pontianak– Sejarah besar bola voli Indonesia kini berada di depan mata. Jakarta Bhayangkara Presisi sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0 atas raksasa Korea Selatan, Hyundai Capital Skywalkers, setelah memenangi set kedua yang penuh drama dengan skor ketat 27-25, Sabtu (16/5) malam.
Pertandingan di GOR Terpadu Ahmad Yani ini sempat terlihat akan menjadi milik Bhayangkara dengan mudah ketika “Los Galacticos” Indonesia berhasil memimpin jauh hingga angka 17-12. Namun, mentalitas runner-up Liga Korea bukan isapan jempol. Mengandalkan kedisiplinan tinggi, Heo Su-bong dkk perlahan memangkas jarak, memanfaatkan kelengahan tuan rumah, hingga sukses menyamakan kedudukan di poin krusial 22-22 dan memaksa terjadinya deuce.
Di tengah tekanan mental yang luar biasa tersebut, pelatih Reidel Toiran melakukan perjudian taktik yang sangat menarik. Ia menarik keluar setter senior Nizar Julfikar dan memasukkan setter muda potensial, Alfin Daniel.
Masuknya Alfin Daniel terbukti menjadi pembeda. Dengan ketenangan yang matang di usia mudanya, Alfin berhasil memberikan variasi umpan segar yang tidak terbaca oleh barisan blocker lawan. Keberanian sang setter muda berpadu dengan eksekusi dingin di poin kritis akhirnya membawa Bhayangkara menyudahi perlawanan spartan Skywalkers dengan skor 27-25.
Dengan keunggulan sementara 2-0 (25-23, 27-25), Jakarta Bhayangkara Presisi kini hanya membutuhkan satu set lagi untuk mengunci tiket ke babak final AVC Men’s Champions League 2026. Jika berhasil, momen ini akan mencatatkan tinta emas baru dalam sejarah pervolian Indonesia di kancah Asia. Pertandingan kini bersiap memasuki set ketiga yang diprediksi akan menjadi penentuan hidup mati bagi kedua tim. (*)








