KabarBaik.co — Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik mencatat jumlah temuan kasus HIV dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik Puspita Whardani, jumlah temuan pasien HIV baru mencapai 248 kasus pada 2023, naik menjadi 298 kasus pada 2024, dan hingga Agustus 2025 telah ditemukan 197 kasus baru.
Kenaikan angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurut Puspita, Dinas Kesehatan tengah memperkuat strategi penanggulangan HIV melalui berbagai upaya yang melibatkan lintas sektor, mulai dari puskesmas hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).
“Memberikan sosialisasi tentang pencegahan dan pengobatan HIV, bekerja sama dengan puskesmas,” ujarnya, Selasa (7/10).
Selain edukasi masyarakat, langkah aktif dilakukan dengan melaksanakan penemuan kasus secara mobile melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang menjangkau komunitas dan wilayah tertentu. “Melaksanakan penemuan kasus secara aktif melalui kegiatan mobile VCT, bekerja sama dengan PKM dan LSM,” tambahnya.
Upaya lain yang kini menjadi fokus ialah skrining terhadap populasi kunci, yakni kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan HIV. Dinas Kesehatan juga memperluas fasilitas kesehatan (faskes) yang melayani penemuan kasus dan pengobatan HIV agar akses masyarakat semakin mudah.
Langkah-langkah tersebut disebutkan olehnya merupakan strategi dinkes dalam menekan laju penularan HIV di Gresik.(*)







