Imercy Unair Hadirkan Teknologi Canggih untuk Membantu Petani Sidoarjo Melawan Hama

oleh -65 Dilihat
IMERCY UNAIR
Komunitas mahasiswa Unair yang tergabung dalam Imercy saat mengadakan pengabdian masyarakat di Desa Plaosan, Sidoarjo, beberpa waktu lalu. (Foto Unair)

KabarBaik.co- Desa Plaosan merupakan salah satu dari ratusan desa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Memiliki dataran subur seluas 115,21 hektare. Dihuni sekitar 6.568 jiwa. Mayoritas penduduk desa ini bekerja sebagai petani dan pedagang.

Potensi lahan pertanian yang luas dan subur sebenarnya menawarkan peluang besar untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan desa. Pengoptimalan lahan ini penting untuk membuka peluang usaha baru, menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan nilai ekonomi, serta menguatkan daya saing produk pertanian Desa Plaosan.

Meskipun demikian, desa ini belum sepenuhnya memanfaatkan potensi tersebut. Berbagai masalah, termasuk serangan hama, menghambat hasil pertanian yang optimal. Penurunan produktivitas disebabkan oleh hama yang merusak tanaman padi, sehingga mengurangi hasil panen. Petani di desa ini merasa khawatir karena padi yang sudah dirawat dengan baik rusak akibat serangan hama.

Kick Off Petani Milenial Inovatif Jatim 2024, Cek Timeline dan Syaratnya di Sini

Petani di Desa Plaosan telah mencoba berbagai metode untuk mengatasi masalah tersebut. Beberapa di antaranya menjaga ekosistem alami, berburu hama secara manual, dan menggunakan pestisida.

Namun, penggunaan pestisida yang berlebihan justru menimbulkan masalah baru. Yakni, merusak tanah dan tanaman, serta mengganggu keseimbangan ekosistem alami. Dampak negatif penggunaan pestisida juga meliputi penurunan kesehatan tanah dan potensi risiko kesehatan bagi masyarakat.

Melansir dari website sdgscenter.unair.ac.id (2/9), dalam upaya nyata untuk mengabdi pada masyarakat, Instrumentation and Energy Research Community (Imercy) Unair memperkenalkan program “Pertanian Berkelanjutan” untuk mengatasi masalah hama di Desa Plaosan. Program ini menggunakan teknologi canggih berupa alat pengendalian hama yang memanfaatkan gelombang suara ultrasonik dengan frekuensi 15-20 KHz.

Video: Ajang Penganugerahan Petani Milenial Inovatif Jatim

Gelombang suara ini efektif untuk mengusir hama seperti tikus dan burung emprit. Selain itu, akan diterapkan sistem pemantauan suhu dan sinar matahari untuk mengendalikan hama wereng. Teknologi ini dapat diakses dan dikendalikan melalui smartphone, menawarkan kemudahan penggunaan bagi petani.

Alat tersebut menggunakan tenaga dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mendukung tujuan SDGs ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau.

Imercy juga merencanakan pelatihan bagi petani untuk memastikan mereka dapat memanfaatkan teknologi ini secara efektif. Program ini mendapat pendanaan dari SDGs Center Unair, yang mendukung pelaksanaan program pengabdian ini.

Desa Plaosan menjadi contoh awal dari penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pertanian berkelanjutan yang mendukung SDGs ke-7. Praktik baik yang diterapkan di desa ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia.

Satu Tahun, Tiga Alhamdulillah

Evaluasi dan tindak lanjut dari program ini akan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.