Inovasi GladiAgro Raih Penghargaan Tertinggi SDGs 2026, Petrokimia Gresik Tembus Forum PBB

oleh -66 Dilihat
Tim Inovator Petrokimia Gresik memaparkan inovasi GladiAgro untuk pemulihan tanah.
Tim Inovator Petrokimia Gresik memaparkan inovasi GladiAgro untuk pemulihan tanah. (Foto: Ist/Komkor PG)

KabarBaik.co, Gresik – Inovasi pemulihan kesehatan tanah GladiAgro: Next-Gen Soil Revival mengantarkan PT Petrokimia Gresik (Persero) meraih penghargaan tertinggi Outstanding Distinguished Innovator dalam ajang SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 yang diselenggarakan Indonesia Global Compact Network (IGCN).

Capaian tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas inovasi yang dikembangkan perusahaan solusi agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) itu, tetapi juga membuka peluang bagi GladiAgro untuk dipresentasikan dalam forum UN Global Compact di New York, Amerika Serikat, pada September 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, mengatakan GladiAgro dikembangkan sebagai jawaban atas persoalan menurunnya kualitas tanah pertanian yang selama ini berdampak pada efektivitas pemupukan dan produktivitas hasil panen.

“GladiAgro merupakan bagian dari upaya Petrokimia Gresik menghadirkan solusi atas persoalan kesehatan tanah. Kami ingin membantu petani memperbaiki kondisi lahan agar pemupukan menjadi lebih efektif, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga,” ujar Daconi, dalam keterangannya, Sabtu (1/8).

Menurut Daconi, inovasi tersebut berangkat dari kepedulian perusahaan terhadap kondisi lahan pertanian di Indonesia yang terus mengalami penurunan kualitas. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan pupuk yang belum berimbang, ditambah masih maraknya pembakaran limbah pertanian.

Data hasil pengujian Petrokimia Gresik terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016 menunjukkan sebanyak 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik rendah. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kesuburan tanah, berkurangnya efektivitas pemupukan, hingga kurang optimalnya peningkatan produktivitas pertanian.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, GladiAgro memanfaatkan produk hayati berbasis mikroba unggul Petro Gladiator guna mengolah limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC). Nutrisi tersebut kemudian dikembalikan ke lahan sebagai sumber bahan organik untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.

“GladiAgro menyasar akar permasalahan pertanian berupa rendahnya kesuburan tanah. Petro Gladiator berperan sebagai dekomposer untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik. Ketika kualitas tanah membaik, penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan lahan lebih adaptif terhadap perubahan iklim,” jelas Daconi.

Program GladiAgro kini telah diterapkan di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada berbagai komoditas pangan maupun hortikultura. Pelaksanaannya didukung AgrooFertile App, aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang memberikan rekomendasi pemupukan sesuai komoditas dan kondisi lahan petani.

Melalui aplikasi tersebut, petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan yang lebih presisi sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efisien, tepat sasaran, sekaligus ramah lingkungan.

Selain dinilai mampu memperbaiki kualitas tanah, GladiAgro juga dinilai mudah direplikasi di berbagai wilayah dan komoditas. Inovasi ini berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari ketahanan pangan, peningkatan kapasitas petani, konsumsi dan produksi berkelanjutan, pemulihan ekosistem daratan, hingga penguatan kolaborasi multipihak.

Ajang SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 sendiri berlangsung selama enam bulan, sejak Desember 2025 hingga pertengahan 2026. Program tersebut diikuti 72 inovator muda dari 18 perusahaan.

Bagi Daconi, penghargaan yang diraih GladiAgro menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.

“Penghargaan ini bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan dan memperluas manfaat GladiAgro. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi praktik baik dari Indonesia dalam mewujudkan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus membantu petani menjawab tantangan kesehatan tanah dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tutup Daconi.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.