Investasi Jadi Jalan Bangun Kemandirian Finansial, Tak Harus Tunggu Punya Banyak Uang

oleh -125 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 24 at 9.07.43 AM
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad (tangkapan Layar)

KabarBaik.co, Jakarta — Momentum Hari Kemerdekaan dapat menjadi pengingat bahwa semangat kemandirian tidak hanya berkaitan dengan kehidupan berbangsa, tetapi juga dapat diterapkan dalam mengelola keuangan pribadi. Kemandirian finansial tidak selalu berarti memiliki kekayaan dalam jumlah besar atau berhenti bekerja pada usia muda.

Lebih dari itu, kemandirian finansial dapat dimulai dari kemampuan mengatur pendapatan, memenuhi kebutuhan, serta mempersiapkan berbagai tujuan keuangan secara terencana.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan investasi dapat menjadi salah satu bagian dari perencanaan keuangan untuk membantu masyarakat membangun kemandirian finansial.

Menurut dia, investasi dapat digunakan untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan pada masa mendatang, mulai dari dana pendidikan, pembelian rumah, hingga persiapan dana pensiun.

“Karena itu, sebelum berinvestasi, masyarakat perlu terlebih dahulu menentukan tujuan dan jangka waktu investasi,” kata Kautsar, Senin (24/8).

Penentuan tujuan dan jangka waktu investasi menjadi penting karena dapat membantu masyarakat memilih instrumen yang sesuai dengan kondisi keuangan dan profil risiko masing-masing.

Di pasar modal Indonesia, masyarakat memiliki beragam pilihan instrumen investasi, antara lain saham, obligasi dan sukuk, reksa dana, serta Exchange Traded Fund (ETF).

Setiap instrumen memiliki karakteristik, potensi keuntungan, jangka waktu, dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, pemilihan instrumen investasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan investor.

Saham, misalnya, memberikan kesempatan kepada investor untuk memiliki bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan. Investor berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham maupun pembagian dividen.

Sementara itu, obligasi dan sukuk merupakan surat berharga dengan karakteristik serta mekanisme imbal hasil masing-masing. Adapun reksa dana memungkinkan dana investor dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio aset sesuai dengan jenis reksa dana. ETF merupakan reksa dana yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat diperjualbelikan selama jam perdagangan bursa.

Tak Harus Menunggu Punya Banyak Uang

Membangun kebiasaan investasi juga tidak harus menunggu seseorang memiliki dana dalam jumlah besar. Hal yang lebih penting adalah memastikan keputusan investasi dilakukan sesuai kemampuan keuangan dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan perencanaan yang baik, investasi dapat menjadi bagian dari kebiasaan mengelola keuangan dalam jangka panjang.

Kautsar mengingatkan agar keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada tren atau ajakan dari pihak lain. Pemahaman mengenai karakteristik instrumen, potensi keuntungan, serta risiko menjadi bekal penting sebelum masyarakat menempatkan dananya.

Investasi, kata dia, juga bukan semata-mata mengenai upaya mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Konsistensi dan disiplin menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan investasi.

Masyarakat dapat memulainya secara bertahap sesuai kemampuan keuangan, kemudian menjaga konsistensi agar persiapan finansial untuk berbagai kebutuhan masa depan dapat dilakukan secara lebih terencana.

Minat masyarakat investasi di pasar modal Indonesia terus berkembang

Hingga 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal tercatat sekitar 30,3 juta Single Investor Identification (SID), dengan penambahan sekitar 9,9 juta investor sepanjang 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Namun, peningkatan jumlah investor perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan pemahaman mengenai investasi.

Edukasi menjadi penting agar masyarakat tidak hanya tertarik untuk berinvestasi, tetapi juga mampu memahami instrumen yang dipilih, mengenali risikonya, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.
Pada akhirnya, kemandirian finansial merupakan proses yang membutuhkan waktu, perencanaan, dan kedisiplinan.

Seperti halnya kemerdekaan yang dibangun melalui perjalanan panjang, kondisi finansial yang lebih mandiri juga dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti mengatur keuangan dengan disiplin, menetapkan tujuan finansial, memahami risiko, dan memilih investasi sesuai kemampuan.

Dengan langkah yang terukur dan dilakukan secara konsisten, investasi dapat menjadi salah satu bagian dari perjalanan masyarakat dalam mempersiapkan masa depan sekaligus membangun kemandirian finansial.

Sebelum mengambil keputusan investasi, masyarakat perlu membekali diri dengan informasi yang cukup, memahami risiko, serta memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan dan kemampuan keuangan masing-masing. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.