KabarBaik.co, Surabaya – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur segera merumuskan standar pelatihan yang akan diberlakukan secara seragam di seluruh daerah. Langkah ini diambil untuk memperbaiki sistem pembinaan agar mampu mencetak atlet berprestasi hingga level nasional maupun internasional.
Ketua IPSI Jatim, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan bahwa pihaknya ingin meningkatkan kualitas prestasi pencak silat Jatim yang dalam tiga periode terakhir Pekan Olahraga Nasional (PON) dinilai masih memprihatinkan, yakni selalu di bawah tiga emas. Padahal, jumlah perguruan dan atlet di Jatim sangat banyak.
“Kita ingin ada perbaikan proses pembinaan termasuk melalui pembinaan di daerah. Saat ini sudah disiapkan 40 nama yang akan diseleksi internal untuk masuk skuad Puslatda,” ujar Bambang dalam pembekalan Pencak Silat Jatim Sukses Menuju PON 2028 di Surabaya, Minggu (21/6).
Para atlet nantinya juga akan dikembalikan ke daerah masing-masing untuk berkompetisi di ajang Piala Gubernur dan Piala Kapolda Jatim. Dengan adanya standarisasi mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, diharapkan kualitas atlet bisa terus ditingkatkan.
“Kalau sekarang fisik misalnya 90 persen, maka harus ditingkatkan sampai 250 persen kalau perlu. Kami juga akan rutin menggelar empat agenda kejuaraan setiap tahun untuk menambah jam terbang,” tambahnya.
Berdasarkan hasil BHS Cup 2026, terlihat adanya perkembangan positif dan munculnya bibit-bibit baru. Hal ini membuatnya optimis target empat emas di PON 2028 dapat tercapai sesuai permintaan KONI Jatim.
Sementara itu, Ketua KONI Jatim, M Nabil, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, standarisasi program dan latihan sangat penting agar tidak terjadi parsialisasi atau perbedaan metode di tiap daerah.
“Pembinaan tidak sekadar melihat hasil pertandingan, tapi proses latihan harus berdasarkan sport science. Pelatih tidak bisa memilih secara subjektif, tapi harus terukur,” ujar Nabil.
Ia menegaskan, rekrutmen atlet untuk PON nanti akan dilakukan secara objektif berdasarkan hasil kejuaraan bergengsi dengan standar nasional. Ada juga sistem promosi degradasi serta test event untuk memastikan pembinaan tepat sasaran.
“Dengan langkah ini, kami optimis IPSI Jatim bisa mengakhiri tren buruk dan meraih lebih dari tiga emas di PON 2028,” pungkasnya.(*)






