Jaga Lumbung Pangan, Lamongan Perkuat Sinergi Hadapi Musim Kemarau 2026

oleh -142 Dilihat
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri rapar koordinasi bersama Menteri Pertanian RI.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri rapar koordinasi bersama Menteri Pertanian RI.

KabarBaik.co, Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan pada 2026 melalui langkah strategis dan terintegrasi. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi dan Mitigasi Kemarau 2026 yang digelar Kementerian Pertanian RI, Senin (20/4), di Jakarta Selatan.

Kehadiran Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian, memastikan ketersediaan pangan, serta melindungi kesejahteraan masyarakat di tengah ancaman kekeringan ekstrem.

Dalam rakornas yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, disampaikan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air.

Berdasarkan data BMKG, peluang terjadinya fenomena El Nino pada semester II 2026 mencapai 70–90 persen. Dampaknya, curah hujan diprediksi menurun, dengan 64,5 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal dan 57,2 persen wilayah menghadapi musim kemarau yang lebih panjang.

Situasi tersebut berpotensi memicu defisit air, menurunkan luas tambah tanam (LTT), hingga meningkatkan risiko gagal panen, terutama di lahan tadah hujan.

Menghadapi kondisi itu, Pak Yes menegaskan bahwa Pemkab Lamongan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen mengantisipasi dampak musim kemarau melalui optimalisasi jaringan irigasi, penyediaan sarana pendukung pengairan seperti pompa air dan waduk, normalisasi sungai, serta penguatan koordinasi lintas sektor,” tuturnya.

Langkah tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang menyiapkan program distribusi pompa air untuk mendukung pengairan hingga 1 juta hektare lahan pertanian sebagai bagian dari strategi menghadapi musim kemarau.

Secara nasional, produksi beras pada 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2026, pemerintah menargetkan produksi meningkat menjadi minimal 35,69 juta ton guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekspor.

Bupati Yes menekankan, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Lamongan optimistis mampu menghadapi tantangan kekeringan sekaligus terus berkontribusi signifikan sebagai lumbung pangan nasional,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.