KabarBaik.co, Blitar – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pimpinan MPR RI berziarah ke makam Proklamator RI Ir. Soekarno di Kota Blitar, Selasa (4/8).
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, ziarah ke makam Bung Karno menjadi bagian dari tradisi lembaganya menjelang peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut sekaligus untuk mengenang kembali jasa para tokoh yang meletakkan dasar berdirinya Indonesia.
“Ini tradisi MPR untuk mengenang jasa Bung Karno sebagai Proklamator, Presiden pertama Republik Indonesia, sekaligus penggali Pancasila,” kata Muzani.
Menurutnya, kemerdekaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun tidak lepas dari perjuangan para pendiri bangsa. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
“Memasuki usia kemerdekaan yang ke-81, kita harus terus mensyukuri kemerdekaan dengan menghargai jasa para pendiri bangsa dan para pahlawan,” ujarnya.
Muzani menjelaskan, kunjungan ke tempat-tempat bersejarah sengaja dilakukan MPR menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Tahun sebelumnya, rombongan MPR mengunjungi Rengasdengklok. Sementara tahun ini, makam Bung Karno di Blitar menjadi salah satu tujuan.
“Tempat-tempat bersejarah ini mengingatkan kita bahwa Indonesia lahir dari perjuangan dan persatuan. Karena itu, semangat tersebut harus terus dirawat,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kondisi Indonesia yang memiliki perbedaan latar belakang masyarakat, termasuk dalam pilihan politik. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak semestinya menghilangkan rasa sebagai satu bangsa.
“Indonesia adalah rumah bersama. Meski berbeda suku, agama, latar belakang maupun pilihan politik, kita tetap satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tegas Muzani.
Selain mengenang para pahlawan, Muzani mengajak masyarakat untuk tetap menghormati orang-orang yang memiliki peran dalam perjalanan kehidupan bangsa, mulai dari guru, orang tua hingga para pemimpin terdahulu.
“Gotong royong, persatuan dan saling menghormati harus terus kita hidupkan. Itu bagian dari kekuatan bangsa untuk menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya. (*)








