KabarBaik.co, Banyuwangi – Menjelang Idul Adha, Dinas Pertanian Banyuwangi melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Pengecakan menyasar pasar hewan dan lapak pedagang musiman.
Salah satunya dilakukan di lapak musiman di Kelurahan/Kecamatan Giri, Selasa (19/5). Petugas veteriner memeriksa tanda-tanda klinis seperti demam, luka, gangguan pernapasan, dan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Selain itu, juga dilakukan pengukuran suhu tubuh hewan dan pemeriksaan kelenjar getah bening untuk mendeteksi adanya infeksi.
Pemeriksaan kesehatan ini untuk memastikan bahwa hewan-hewan yang akan dijadikan kurban dalam kondisi sehat dan layak untuk dikonsumsi.
“Hasilnya, kondisi tubuh ternak aman, kondisi mata tidak ada yang merah, dan lainnya alhamdulilah semuanya sehat,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto.
Danang mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan petugas di lapangan. Apabila hasilnya dinyatakan aman, pedagang akan diberi sertifikat.
“Secara bertahap tim akan keliling ke semua lapak, kemudian pedagang-pedagang di pasar hewan, untuk memastikan tidak ada hewan kurban yang terkena penyakit,” tegasnya.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto menambahkan, ada 121 petugas kesehatan hewan yang diterjunkan untuk memastikan hewan kurban aman dikonsumsi.
“Mereka kita sebar di seluruh Banyuwangi untuk melakukan pemeriksaan baik saat hewan belum disembelih (ante-mortem) dan sesudah dipotong (post-mortem),” ujarnya.
Dia juga memastikan bahwa ketersediaan stok hewan kurban di Banyuwangi dalam kondisi aman dan surplus, bahkan bisa menyuplai kebutuhan hewan kurban di luar daerah.
“Kalau sapi kita itu populasinya mencapai 89 ribu ekor. Sementara kambing dan domba kiya ada 325 ribu ekor. Jadi sangat aman,” ujarnya.
Selain itu, menyambut Hari Raya Idul Adha, Dispertan Banyuwangi telah menyiapkan 200 lebih Juru Sembelih Halal (Juleha) profesional. Semuanya telah memiliki sertifikat pelatihan untuk menyembelih ternak sesuai syariat Islam, mulai dari teknik penyembelihan hingga memastikan hewan mati sempurna.
“Para juleha ini tersebar di kampung, masjid, sekolah, dan desa. Mereka siap membantu proses pemotongan hewan kurban di lokasi masing-masing,” kata Nanang.







