Jelang Muktamar ke-35, Gagasan Ideologisasi NU Menguat dari Akar Rumput Banten

oleh -98 Dilihat
GUS SALAM BANTEN
KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) sowan ke Abuya Muhtadi Banten.

KabarBaik.co, Banten- Menjelang gawe besar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada Agustus 2026, geliat pemikiran dari akar rumput kian menarik dan beragam. Salah satu gagasan itu antara lain datang dari komunitas dan struktur NU di Banten. Mereka mendorong strategi besar membangkitkan kembali semangat berorganisasi melalui kaderisasi berjenjang, masif, dan sistematis, serta gerakan berbasis kearifan lokal.

Tokoh muda NU, KH Abdussalam Shohib yang akrab dipanggil Gus Salam menyebut upaya tersebut sebagai proses “ideologisasi NU”.  “Dalam bahasa saya, membangkitkan dan menggairahkan NU dilakukan dengan ideologisasi, ngelmuni lagi secara baik dan efektif tentang ber-NU, bergerak di dalam NU, dan berkhidmah melalui NU demi kemaslahatan dan kemajuan umat,” ujar Gus Salam.

Gagasan tersebut mengemuka usai bersilaturahmi dengan ulama sepuh Banten, Abuya Muhtadi Dimyati, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Cidahu Pandeglang sekaligus Mustasyar PBNU. Selain itu, Gus Salam juga telah sowan kepada Rais Syuriyah PWNU Banten untuk memohon doa restu dan dukungan dalam langkahnya.

Dalam berbagai forum silaturahmi bersama masyayikh dan struktur NU, Gus Salam secara terbuka menyatakan ikhtiarnya maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35. Dia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kepatuhan atas permintaan para guru dan kiai.

Salah satu pesan penting yang diterima datang dari Abuya Muhtadi Dimyati “Abuya Muhtadi Dimyati berpesan agar ulama NU turut menjaga ketentraman masyarakat dan berperan dalam perbaikan ekonomi bangsa,” tutur Gus Salam.

Pesan itu, menurutnya, menjadi arah strategis bagi NU ke depan agar lebih menekankan program yang memperkuat perlindungan sosial masyarakat sekaligus mendorong kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.

Gagasan tersebut juga menguat dalam forum silaturahmi dan dialog yang digelar di kediaman KH Ahmad Imron (Gus Imron), pengasuh PP Daarul Falahiyah Cisoka, Tangerang. Para Ketua PCNU se-Banten menekankan pentingnya sinergi konkret antara PBNU hingga struktur paling bawah.

Forum yang berlangsung pada Sabtu (18/4) malam itu berjalan hangat dan penuh keakraban, diwarnai dialog serius sekaligus canda khas pesantren. “Kiai-kiai PCNU berharap sinergi dari PBNU hingga struktur bawah benar-benar melayani kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di bidang keagamaan, sosial budaya, dan ekonomi,” ungkap Gus Salam.

Dia juga menyoroti banyaknya inovasi yang lahir dari akar rumput NU. Menurutn dia, yang dibutuhkan bukan kontrol berlebihan, melainkan dukungan afirmatif. “Banyak sekali inisiatif produktif dan inovasi NU di bawah. Yang diperlukan adalah pengakuan, fasilitasi, dan pendampingan, bukan kendali birokratis yang rumit, apalagi dengan tekanan instruktif-doktrinal,” tegasnya.

Gus Salam mengingatkan agar pendekatan dalam konsolidasi organisasi tidak terkesan intimidatif atau arogan, karena hal itu berpotensi merusak ruh berjamaah dalam NU. “Hindari kesan intimidatif. Ini bisa mencederai ruh berjam’iyyah yang tidak mudah dipulihkan,” imbuhnya.

Dialog tersebut dihadiri Ketua PWNU Banten, para Ketua PCNU dari berbagai daerah seperti Tangerang Selatan, Kota dan Kabupaten Tangerang, Lebak, Pandeglang, Kota dan Kabupaten Serang, serta Ketua PW GP Ansor Banten.

Lebih dari sekadar pertemuan, forum tersebut juga dinilai menjadi momentum mencairkan ketegangan internal yang sempat dirasakan dalam tubuh PBNU. Ukhuwah nahdliyyah pun kembali dirajut sebagai fondasi kebangkitan organisasi. “Alhamdulillah, kita bisa berdialog untuk merawat jati diri Nahdlatul Ulama dengan menghidupkan kembali ghirah berjuang di NU,” ujar Gus Salam.

Dia menutup dengan penegasan pentingnya rekonsiliasi menyeluruh dalam tubuh NU, disertai revitalisasi nilai-nilai dasar organisasi. “Saya tetap menyampaikan pentingnya rekonsiliasi menyeluruh, disertai revitalisasi dan rekonstruksi ruhul ma’had wal jam’iyyah, ruhul jihad, dan ruhul khidmah, semuanya diwujudkan dalam kebijakan dan program NU ke depan dengan sikap dan etika yang bijaksana,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.