KabarBaik.co – Bupati Jombang Warsubi memastikan pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, dan Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, akan direalisasikan pada tahun 2026.
Jembatan tersebut merupakan akses vital warga yang sejak akhir 2019 terputus akibat bencana alam. Sejak saat itu, aktivitas warga terganggu karena harus memutar cukup jauh untuk menuju desa tetangga.
Tak ingin akses terputus total, warga kemudian berinisiatif membangun jembatan darurat dari dana swadaya masyarakat. Jembatan pertolongan dengan panjang 27 meter dan lebar 1,2 meter tersebut hingga kini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
“Setiap hari jembatan ini dipakai warga untuk kegiatan ekonomi, pertanian, pendidikan, dan aktivitas lainnya,” kata salah satu warga.
Bupati Warsubi menyampaikan, pada tahun pertama masa kepemimpinannya, ia berkomitmen memperbarui jembatan tersebut agar lebih layak dan aman. Perencanaan pembangunan ditargetkan rampung pada Februari atau Maret 2026.
“Setelah perencanaan selesai, proses konstruksi insyaallah bisa dimulai sekitar Mei atau Juni 2026,” ujar Warsubi Rabu (31/12).
Jembatan yang akan dibangun nantinya memiliki panjang 27 meter dengan lebar 4 meter. Dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar, jembatan ini dipastikan bisa dilalui kendaraan roda empat hingga truk.
“Kami berharap pembangunan ini dapat mempermudah akses lalu lintas masyarakat dan memperlancar aktivitas warga, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian,” jelas Warsubi.
Sebagai informasi, jembatan Desa Kudubanjar merupakan akses utama dan terdekat bagi warga Desa Kudubanjar dan Desa Sumbernongko.
Pada tahun 2025, Pemkab Jombang telah melakukan pendataan lebar sungai sebagai bagian dari persiapan pembangunan jembatan permanen.
Anggaran pembangunan sebenarnya telah disiapkan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) pada tahun 2025. Namun, prosesnya sempat terkendala lantaran lelang proyek gagal hingga tiga kali.
Kepala Desa Kudubanjar, Kuswanto, menyambut baik rencana pembangunan jembatan tersebut. Ia berharap proyek ini benar-benar terealisasi sesuai jadwal.
“Kami sangat berharap pembangunan jembatan ini bisa terwujud di tahun 2026. Ini sangat dibutuhkan warga agar aktivitas sehari-hari lebih lancar dengan jarak tempuh yang lebih dekat,” pungkasnya. (*)







