KabarBaik.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah kembali mencapai swasembada pangan, khususnya pada komoditas beras dan jagung.
Menanggapi capaian nasional tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan kesiapan Kabupaten Jember untuk bangkit menjadi pilar utama lumbung pangan nasional.
Pengumuman bersejarah ini disampaikan Presiden dalam acara Panen Raya Nasional di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/). Acara tersebut diikuti secara virtual oleh jutaan petani dan kepala daerah se-Indonesia, termasuk Bupati Jember dari Pendopo Wahyawibawagraha.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengapresiasi kerja keras lintas sektor sepanjang tahun 2025 yang membuahkan kemandirian pangan. Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti ketangguhan bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).
“Kita membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang menghargai kekuatan sendiri dan tidak mudah menyerah,” tegas Presiden.
Di sela pidatonya, Presiden juga mengajak masyarakat untuk tetap berempati dan mendoakan warga di berbagai wilayah seperti Aceh, Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan yang sedang menghadapi tantangan bencana alam. Ia menekankan bahwa sinergi antara TNI, Polri, kementerian, BUMN, hingga relawan adalah kunci kekuatan Indonesia.
Bupati Jember, Gus Fawait, menyebut momentum swasembada nasional ini sebagai pelecut semangat bagi daerahnya. Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan, Jember harus kembali menduduki posisi pertama sebagai daerah penghasil pangan di Jawa Timur.
“Jember punya sejarah sebagai penghasil pangan nomor satu. Kami bertekad mengejar kembali capaian itu, bukan hanya untuk level provinsi, tapi berkontribusi signifikan secara nasional,” ujar Gus Fawait.
Keseriusan Pemkab Jember didukung oleh keberpihakan anggaran yang luar biasa. Gus Fawait memaparkan bahwa alokasi anggaran sektor pertanian dari pusat dan daerah mencapai Rp149 miliar pada tahun ini. Angka tersebut tercatat sebagai yang tertinggi dalam empat dekade terakhir.
Pemkab Jember juga akan melakukan langkah strategis, diantaranya melanjutkan pengolahan lahan produktif seluas 6.000 hektare, perbaikan infrastruktur dan pembangunan terintegrasi.
Dengan sinergisitas yang kuat antara pusat dan daerah, Gus Fawait optimistis sektor pertanian akan menjadi mesin utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani Jember secara berkelanjutan. (*)







