KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung kebijakan nasional terkait efisiensi energi.
Langkah antisipatif yang disiapkan mencakup skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga penyesuaian sistem pembelajaran bagi pelajar di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini merupakan respons terhadap dinamika geopolitik global yang berdampak langsung pada sektor energi nasional, termasuk fluktuasi harga minyak dunia.
Bupati Jember, Muhammad Fawait menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk tegak lurus dengan arahan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski kebijakan resmi belum diketuk, Pemkab Jember telah merancang berbagai skenario implementasi secara komprehensif.
“Pada prinsipnya, kami siap mengikuti arahan pusat dan provinsi. Waktu pelaksanaan akan menyesuaikan ketentuan yang ada. Kami pastikan seluruh perangkat daerah sudah bersiap,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu, Jumat (27/3).
Sebagai langkah awal, Pemkab Jember mulai menerapkan penghematan di lingkungan internal. Salah satunya adalah instruksi penggunaan kendaraan dinas secara kolektif (carpooling) bagi jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Langkah ini diharapkan dapat menekan konsumsi BBM secara signifikan serta meningkatkan efektivitas komunikasi antar-kepala perangkat daerah saat menjalankan tugas kedinasan.
Di sektor pendidikan, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Dinas Pendidikan untuk mematangkan skema pembelajaran yang fleksibel. Skema ini mencakup kesiapan transisi dari pembelajaran tatap muka (luring) ke berbasis daring (PJJ).
“Kami ingin memastikan seluruh opsi tersedia. Baik pembelajaran luring maupun daring harus sama-sama siap dijalankan tanpa kendala, sehingga hak belajar siswa tetap terpenuhi dalam situasi apa pun,” tambahnya.
Penerapan WFH dan efisiensi energi
dipandang sebagai langkah preventif yang relevan untuk menjaga stabilitas konsumsi energi nasional di tengah ketidakpastian global. Pemkab Jember akan terus memantau perkembangan regulasi dari Jakarta dan Surabaya sembari memastikan kesiapan teknis di lapangan.
“Kami menunggu arahan resmi, namun persiapan di semua lini sudah kami bangun dengan matang agar saat instruksi turun, kita bisa langsung bergerak,” pungkas Gus Fawait. (*)






