KabarBaik.co, Sidoarjo – Seniman asal Sidoarjo, Jumaadi, menggelar pameran tunggal bertajuk Yang Bersayap Rangka Daun di Tumurun Museum. Pameran yang dibuka pada 18 Juni kemarin itu menghadirkan sebanyak 296 karya yang didominasi hasil penciptaan terbarunya.
Pameran ini menjadi wadah bagi Jumaadi untuk memperlihatkan perkembangan gagasan dan eksplorasi artistiknya. Pengunjung akan disuguhi karya dalam berbagai medium, mulai dari kulit kerbau, kertas, kanvas tradisional, video, hingga artist book, yang masing-masing menyajikan pendekatan visual berbeda.
“Sebagian besar adalah karya baru. Medianya beragam, dari kulit, kertas, kanvas tradisional, video, sampai artist book,” ujar Jumaadi, Minggu (21/6).
Melalui pameran tersebut, Jumaadi mengangkat gagasan mengenai nilai sebuah pertukaran yang tidak selalu berjalan secara setara. Ide itu berangkat dari kisah pertukaran pesawat dengan komoditas ketan yang pernah menjadi bagian dari narasi sejarah industri dirgantara Indonesia.
Menurutnya, cerita tersebut menghadirkan ruang untuk melihat kembali bagaimana cita-cita besar dapat bersinggungan dengan kenyataan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Yang menarik bagi saya adalah bagaimana sesuatu yang sangat besar dan megah bisa dipertukarkan dengan sesuatu yang terlihat sederhana. Dari situ muncul refleksi tentang mimpi dan kenyataan,” tuturnya.
Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi rangkaian karya visual yang dipadukan dengan pertunjukan kolaboratif. Humor, ironi, dan kritik sosial menjadi benang merah yang menghubungkan setiap karya sehingga menghadirkan pengalaman yang tidak hanya bersifat estetik, tetapi juga mengundang perenungan.
Dengan hampir 300 karya yang dipamerkan, Yang Bersayap Rangka Daun menjadi salah satu pameran paling ambisius yang pernah disiapkan Jumaadi.
Melalui pameran ini, ia mengajak pengunjung untuk memaknai ulang berbagai persoalan tentang mimpi, pembangunan, kekuasaan, dan kehidupan sehari-hari melalui sudut pandang seni kontemporer.(*)






