KabarBaik.co, Jombang – Riuh Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang tak hanya terasa dari padatnya agenda organisasi dan ramainya kedatangan muktamirin. Di balik perhelatan akbar tersebut, roda ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ikut berputar.
Geliat itu terlihat di area bazar Muktamar NU. Ratusan kader Perempuan Bangsa DPC PKB Jombang sengaja datang untuk berbelanja sekaligus memberikan dukungan langsung kepada para pedagang UMKM yang membuka stan.
Satu per satu stan didatangi. Beragam produk lokal mulai makanan, minuman, olahan rumahan, kerajinan hingga produk usaha lainnya diborong para kader perempuan tersebut.
Aktivitas itu pun membuat suasana bazar semakin ramai. Para pedagang yang sebelumnya hanya menunggu calon pembeli, mulai sibuk melayani transaksi.
Ketua DPC PKB Jombang Anas Burhani mengatakan, gerakan belanja UMKM tersebut merupakan bentuk dukungan nyata kepada pelaku usaha kecil yang turut meramaikan Muktamar NU.
“Gerakan belanja UMKM di stan bazar Muktamar NU ini merupakan bentuk dukungan nyata kepada pelaku usaha kecil,” kata Anas, Sabtu (29/8).
Menurutnya, Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi momentum bagi warga Nahdliyin untuk mengikuti agenda organisasi. Kehadiran ribuan orang di Jombang juga harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Anas menilai, setiap produk yang dipajang di stan bazar memiliki cerita perjuangan dari pelaku usaha di baliknya. Karena itu, keberadaan UMKM dalam perhelatan besar seperti Muktamar NU harus benar-benar memberikan manfaat.
“Jangan sampai UMKM hanya menjadi pelengkap dalam kegiatan besar. Justru mereka harus mendapatkan manfaat ekonomi dari momentum Muktamar ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap UMKM tidak selalu harus dilakukan melalui program berskala besar. Membeli produk yang mereka jual menjadi langkah sederhana, namun dampaknya bisa langsung dirasakan pedagang.
Bagi pedagang kecil, satu transaksi dapat menambah omzet. Sedangkan bagi pelaku usaha rumahan, produk yang laku terjual bisa menjadi modal untuk kembali memproduksi dan mengembangkan usahanya.
“Kalau banyak yang membeli, perputaran ekonomi di tingkat bawah juga ikut bergerak. Ini yang harus kita dorong bersama,” imbuhnya.
Geliat UMKM tersebut menjadi wajah lain dari pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Di tengah pembahasan berbagai agenda organisasi, masyarakat juga berharap perhelatan tersebut meninggalkan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Di lorong-lorong bazar, manfaat itu terlihat sederhana. Ada pedagang yang tersenyum ketika dagangannya dibeli, ada produk lokal yang semakin dikenal, dan ada transaksi kecil yang ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.
Muktamar pun tak hanya menjadi ruang berkumpulnya warga Nahdliyin, tetapi juga menjadi momentum bagi UMKM lokal untuk ikut merasakan berkah dari perhelatan besar tersebut.(*)






