KabarBaik.co, Mojokerto – Suasana tempo dulu terasa di Kampung Magersari Gang 1, Kota Mojokerto. Kampung kuliner bernuansa jadul ini menghadirkan beragam makanan tradisional, permainan rakyat, hingga aktivitas budaya untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, Minggu (23/8).
Puluhan kuliner tradisional tersaji di sejumlah sudut kampung. Di antaranya ketan sambal, nasi jagung, jamu kunyit asam, putu, getuk, gempo, hingga es potong.
Pengunjung juga bisa melihat dan membeli berbagai produk batik, termasuk batik ecoprint. Tak hanya kuliner, suasana tempo dulu semakin terasa dengan kehadiran komunitas sepeda ontel dan berbagai permainan rakyat.
Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, konsep kampung kuliner bernuansa tempo dulu bisa menjadi salah satu cara untuk menggerakkan UMKM sekaligus melestarikan budaya.
“Alhamdulillah, di sini kelihatan kawan-kawan untuk membangkitkan UMKM. Apalagi memberi nuansa jadul, ini terasa fresh,” kata Cak Sandi, sapaan akrabnya.
Cak Sandi menilai konsep tersebut masih bisa dikembangkan dengan memperkuat karakter dan ciri khasnya. Menurut dia, kampung kuliner tidak cukup hanya menyajikan banyak makanan, tetapi juga perlu memiliki identitas yang kuat.
“Kalau memang ini sudah jadi semacam branding, ciri khas, kita mungkin bisa lebih memperkuat karakternya. Baik karakter tentang makanan, dan saya harap memang tidak hanya makanan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat lebih dari 50 pilihan kuliner yang bisa dinikmati masyarakat. Pengunjung juga dapat mengikuti lomba permainan rakyat serta belajar mencanting batik secara gratis.
Cak Sandi mengatakan permainan tradisional perlu terus dikenalkan kepada anak-anak. Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, permainan rakyat dinilai bisa menjadi alternatif kegiatan anak di tengah tingginya penggunaan gawai.
“Permainan-permainan tradisional dan sebagainya mungkin yang bisa kita kuatkan. Ini yang memang perlu kita terus lestarikan. Juga sekaligus nanti kampanye kita mengurangi jam anak bermain HP,” tuturnya.
Kegiatan ini juga dilengkapi sejumlah layanan publik. Masyarakat bisa memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Menurut Cak Sandi, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan kemerdekaan. Kampung kuliner juga menjadi ruang untuk mempromosikan produk lokal sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM dan ekonomi masyarakat.
“Yang pasti untuk merayakan kemerdekaan. Kemudian yang kedua memupuk harapan bahwa cita-cita kemerdekaan kita masih terus dilaksanakan,” pungkasnya.
Kampung kuliner bernuansa tempo dulu di Magersari Gang 1 ini direncanakan digelar secara berkala. Konsepnya akan terus dikembangkan agar menjadi salah satu ruang kuliner dan budaya dengan ciri khas Kota Mojokerto. (*)








