KabarBaik.co, Lombok Timur – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama pemerintah pusat terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.
Program tersebut digadang-gadang menjadi langkah transformasi ekonomi masyarakat pesisir dengan menghadirkan ekosistem perikanan yang lebih modern, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komitmen pengembangan KNMP Teluk Ekas ditandai dengan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta Bupati Lombok Timur Haerul Warisin ke kawasan Teluk Ekas, Sabtu (1/8).
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga upaya menciptakan sistem ekonomi yang lebih kuat bagi masyarakat pesisir.
Menurutnya, salah satu persoalan utama nelayan selama ini adalah rendahnya posisi tawar saat menjual hasil tangkapan. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memberikan solusi agar nelayan mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik.
“Selama ini salah satu persoalan utama yang dihadapi nelayan adalah rendahnya posisi tawar dalam menjual hasil tangkapan. Melalui Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah menghadirkan solusi agar nelayan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik sekaligus terbebas dari ketergantungan terhadap tengkulak,” ujar Iqbal.
KNMP Teluk Ekas dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti pabrik es, cold storage, tempat pelelangan ikan, bengkel perahu, kios usaha, hingga koperasi nelayan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membuat nelayan tidak harus langsung menjual hasil tangkapannya setelah melaut. Dengan adanya penyimpanan ikan, nelayan dapat menunggu harga pasar yang lebih menguntungkan sehingga pendapatan meningkat.
Selain infrastruktur, pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan ekonomi melalui Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih. Koperasi ini nantinya menjadi pusat pembelian hasil tangkapan nelayan dengan harga yang layak sekaligus membantu memperluas akses pemasaran.
Pemerintah menargetkan koperasi tersebut mulai berjalan optimal pada September mendatang. Koperasi juga diharapkan mampu menjadi solusi bagi nelayan yang selama ini bergantung pada tengkulak dengan sistem pinjaman berbunga tinggi. Untuk memperluas akses permodalan, pemerintah menggandeng BRI dan Bank NTB Syariah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah bagi masyarakat pesisir.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) guna mempermudah akses bahan bakar bersubsidi. Kementerian Kelautan dan Perikanan juga akan menyalurkan bantuan 50 unit kapal berkapasitas 5–10 Gross Tonnage (GT) untuk mendukung produktivitas nelayan Teluk Ekas.
Iqbal menegaskan, keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, perbankan, dan masyarakat. “Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjadikan Teluk Ekas sebagai model pemberdayaan ekonomi nelayan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Ketua Kampung Nelayan Merah Putih Teluk Ekas, Yanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kawasan perikanan tersebut.
Menurutnya, pembangunan tambatan perahu yang telah selesai sangat membantu aktivitas nelayan. Ia juga menyambut baik rencana penambahan dermaga serta bantuan 50 unit kapal yang akan dikelola melalui koperasi nelayan.
“Kami bersyukur atas dukungan pemerintah. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat koperasi karena kami percaya, jika koperasi berkembang maka desa juga akan semakin maju dan kesejahteraan masyarakat pesisir akan meningkat,” ujar Yanto.
Dengan kolaborasi pemerintah pusat, Pemprov NTB, pemerintah kabupaten, sektor perbankan, dan masyarakat, Kampung Nelayan Merah Putih Teluk Ekas diharapkan menjadi contoh pembangunan ekonomi pesisir yang mampu memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan. (*)








