Kapal yang Dinahkodai WNI Tenggelam di Perairan Shimonoseki Jepang.

Reporter: Prabangasta Restu Rendra
oleh -80 Dilihat
Ilustrasi Pixabay

KabarBaik.co- Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan badan penjagaan pantai Jepang (Japan Coast Guard/JCBG) terkait tenggelamnya sebuah kapal berbendera Korea Selatan, yang diawaki sejumlah warga negara Indonesia, di perairan Shimonoseki di Jepang pada Rabu (20/3).

Koordinasi dijalankan oleh Konsulat Jenderal RI di Osaka untuk memperoleh informasi lebih lanjut menyangkut kejadian itu, kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha.

Judha menyebutkan kapal tersebut –yang bernama Keoyoung Sun– membawa 11 awak yang terdiri atas delapan WNI, dua warga Korsel, dan satu warga China.

Baca juga:  Dihantam Gelombang, KM Sinar Jaya Tenggelam di Perairan Utara Gresik, Satu Nelayan Hilang

“Sembilan awak telah ditemukan, dengan delapan di antaranya meninggal dunia,” kata Judha melalui pesan singkat.

Kesembilan awak kapal yang meninggal dunia belum diketahui identitasnya, sementara dua awak lainnya masih belum ditemukan.

Judha mengatakan JCG masih terus melakukan pencarian intensif guna menemukan para korban.
“KJRI Osaka terus melakukan koordinasi dengan JCG dan pihak rumah sakit untuk proses pencarian dan identifikasi,” katanya dilansir dari antaranews.com.

Baca juga:  Kapal Nelayan Banyuwangi Disapu Ombak, 4 Tewas, 3 Hilang

Sementara itu, Kemlu berupaya menghubungi keluarga di Indonesia untuk menginformasikan musibah ini dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan hak-hak para WNI terlindungi.

Menurut laporan Kyodo News, kedelapan korban jiwa itu berada di antara sembilan orang yang coba diselamatkan para petugas. Satu orang, yang selamat, disebutkan mengalami luka yang tidak mengancam nyawa.

Kesembilan orang mengenakan pelampung, menurut kantor lokal badan pengamanan pantai. Pencarian terus dilakukan untuk menemukan dua awak yang masih hilang.

Baca juga:  Hilang Kontak, Kapal Kiat Maju Jaya-7 Dikabarkan Lenyap di Perairan Samudera Hindia

Kapal yang tenggelam itu mengangkut 980 ton asam akrilat dan belum bisa dipastikan apakah terjadi kebocoran, kata kantor tersebut seperti dikutip Kyodo News.

Menurut badan pengamat cuaca setempat, peringatan soal angin kencang dan ombak tinggi telah dikeluarkan ketika insiden itu terjadi.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.