Kebijakan Sekolah 5 Hari di Jombang Dikritik Kiai NU, Dewan Pendidikan Akan Lakukan Kajian

oleh -365 Dilihat
Ketua Dewan Pendidikan Jombang Abah Cholil Hasyim (istimewa)

KabarBaik.co – Kebijakan sekolah lima hari yang diterapkan di Kabupaten Jombang menuai sorotan tajam dari para kiai Nahdlatul Ulama (NU). Para tokoh Syuriah dari Majelis Wakil Cabang (MWC) hingga Pengurus Cabang NU (PCNU) menilai kebijakan tersebut berdampak negatif, khususnya bagi anak-anak di wilayah pedesaan.

Kritik keras ini mencuat dalam Forum Syuriah MWC NU yang digelar di Pondok Pesantren Falahul Muhibbin, Watugaluh, Kecamatan Diwek.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Abah Cholil Hasyim, menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah strategis untuk menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat.

“Ada beberapa langkah yang kami tempuh. Pertama, menghimpun aspirasi dan masukan dari berbagai elemen masyarakat terkait penerapan kebijakan sekolah lima hari,” ujar Abah Cholil kepada wartawan, Selasa (26/8).

Abah Cholil menjelaskan Dewan Pendidikan juga akan melakukan kajian dan analisis mendalam terkait kebijakan yang mulai diterapkan sejak tahun 2023 itu. Kajian akan melibatkan berbagai pihak mulai dari akademisi, tokoh pendidikan, psikolog anak, hingga organisasi profesi.

“Langkah terakhir, kami akan menyampaikan hasil kajian tersebut kepada Bupati Jombang dalam bentuk laporan atau rekomendasi resmi,” lanjutnya.

Menurutnya, hasil kajian itu akan dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan arah kebijakan pendidikan di Kabupaten Jombang ke depan.

Sebagai informasi, kebijakan sekolah lima hari atau full day school ini sebelumnya menuai pro dan kontra sejak diberlakukan.

Sejumlah pihak, terutama dari kalangan pesantren dan masyarakat pedesaan, menilai sistem ini mengganggu aktivitas keagamaan dan keseharian anak-anak, termasuk kegiatan mengaji di sore hari. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.