Kecelakaan Beruntun di Gempol, Basarnas Butuh 3 Jam Evakuasi Sopir Truk Tronton

oleh -147 Dilihat
Basarnas evakuasi sopir truk tronton terjepit.
Basarnas evakuasi sopir truk tronton terjepit.

KabarBaik.co, Pasuruan – Petugas gabungan dikerahkan untuk menangani kecelakaan beruntun yang diduga disebabkan rem blong truk tronton DK 8019 DG yang dikemudikan oleh Agus. Truk tronton ini menabrak 2 truk dan 4 sepeda motor serta 6 rumah warga, Senin (27/7).

Akibat kecelakaan naas tersebut sang sopir truk tronton mengalami luka serius dan kendaraan truk tronton mengalami kerusakan berat hingga membuat sopir terjepit.

Tim Basarnas Surabaya yang datang dan dibantu oleh BPBD serta relawan melakukan evakuasi sopir truk diawali dengan menderek truk yang masuk teras rumah warga.

Melihat kondisi sopir truk tronton yang masih hidup, evakuasi dilakukan dengan hati-hati agar sang sopir tidak mengalami luka serius akibat terjepit kabin truk tronton.

“Evakuasi diawali dengan menarik truk tronton dari teras rumah warga, ternyata sopir masih hidup maka evakuasi dilakukan secara hati-hati,” kata Nanang Sigit, Kepala Basarnas Surabaya.

Lebih lanjut Nanang menyampaikan, tim membutuhkan waktu cukup lama dalam evakuasi sopir truk tronton. Sedikitnya tiga jam dibutuhkan mulai awal hingga sopir dikeluarkan dari kabin truk tronton.

“Evakuasi sopir truk tronton 3 jam-an mulai awal hingga sopir dikeluarkan dari kabin,” jelasnya.

Hingga saat ini korban meninggal akibat kecelakaan truk tronton dengan 2 truk, 4 sepeda motor sebanyak 3 korban meninggal dunia dan beberapa korban luka-luka.

Satlantas sampai saat ini masih mendalami kejadian lakalantas truk tronton, dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.