KabarBaik.co– Konflik dualisme di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pasca-Muktamar X akhirnya mereda. Kesepakatan ishlah antara kubu Agus Suparmanto dan Mardiono pada Senin (6/10) disambut baik oleh Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP 2020-2025, M. Romahurmuziy (Rommy), yang menyebut keputusan politik tersebut memiliki kedudukan istimewa, bahkan di atas aturan internal.
”Meski tidak berarti secara AD/ART PPP 100% bisa dibenarkan. Tapi dalam politik, kompromi dan kesepakatan para pihak, letaknya di atas peraturan,” tegas Rommy dalam pernyataannya. Ia menjelaskan, peraturan dibuat sebagai titik pijak, namun jika para pihak sudah berpijak di titik yang sama, maka kesepakatan yang dibuat menjadi kebenaran faktual.
Rommy menyoroti tujuan mulia di balik ishlah yang difasilitasi oleh Menteri Hukum RI tersebut, yakni agar perdamaian segera tercapai dan menghapus ancaman pemecatan bagi anggota DPRD dan fungsionaris di seluruh Indonesia. Atas fasilitasi yang dilakukan Menteri Hukum RI, Rommy menyampaikan penghargaan dan terima kasih karena telah membantu mencari jalan keluar atas kemelut partai dalam waktu yang relatif singkat.
Politisi senior ini menyadari bahwa keputusan damai pasti tidak akan memuaskan semua pihak. Oleh karena itu, ia memohon agar seluruh kader mengakhiri perdebatan hukum. “Tapi mohon jangan lagi ada gugat-menggugat secara hukum agar PPP kembali kondusif,” pintanya.
Mantan ketua umum itu mengajak seluruh fungsionaris dan kader PPP di seluruh Indonesia untuk menyambut baik ishlah ini. Ia menyerukan agar seluruh energi partai kini difokuskan pada konsolidasi dan upaya merengkuh kembali simpati publik yang sempat hilang akibat kegaduhan.
Dalam nada penyesalan, Rommy juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat. “Atas nama keluarga besar PPP, saya juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, atas kegaduhan selama sepekan terakhir yang tersiar di media akibat Muktamar X PPP,” ujarnya, seraya memohon kritik, saran, dan doa demi perbaikan partai menuju Pemilu 2029.
Mengakhiri pernyataannya, Rommy secara pribadi juga menyampaikan kabar penting. Sehubungan telah terbentuknya kepengurusan baru DPP PPP 2025-2030, ia menyatakan mohon pamit dari pemberitaan atas nama DPP PPP. Narasumber resmi partai selanjutnya telah diserahkan kepada: Sekjen Taj Yasin dan Wabendum Rusman Yaqub. (*)







