Kelangkaan LPG 3 Kg di Bojonegoro Resahkan Warga, Harga Tembus Rp 35 Ribu

oleh -153 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 17 at 1.46.30 PM
Pengisian LPG 3 kg di pangkalan Pertamina (istimewa)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Menjelang lebaran, warga Bojonegoro dibuat resah akibat kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram alias LPG melon.

Tak hanya sulit ditemukan, harga LPG subsidi di tingkat pengecer juga dilaporkan melonjak tajam. Jika biasanya dijual sesuai harga eceran tertinggi yakni antara Rp 19-21 ribu, kini warga harus merogoh kocek hingga Rp 35 ribu per tabung. Bahkan, di media sosial, ada yang menawarkan dua tabung dengan harga mencapai Rp 100 ribu.

Kelangkaan ini disebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir dan merata di hampir seluruh kecamatan di Bojonegoro. Situasi tersebut semakin memicu keresahan masyarakat, terlebih kebutuhan rumah tangga meningkat tajam di penghujung bulan Ramadan. Keluhan warga pun membanjiri media sosial. Banyak yang mengaku harus berkeliling ke berbagai toko dan pangkalan, namun tetap tidak mendapatkan LPG.

Suyanto, warga Desa Kauman, Kecamatan Kota Bojonegoro, mengaku sudah mencari ke sejumlah tempat, tetapi hasilnya nihil.

“Sudah semua toko saya datangi, tidak ada sejak kemarin sampai hari ini,” ujarnya, Selasa (17/3).

Hal serupa dialami Mariyati, warga Desa Ngumpakdalem, Dander. Ia bahkan sudah memesan LPG ke pengecer langganannya sejak tiga hari lalu, namun belum juga tersedia.

“Saya dikabari pengecer langganan saya, LPG baru ada lagi nanti tanggal 29 Maret 2026 atau setelah Lebaran,” katanya.

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Timur tetap berjalan lancar.

Perusahaan tersebut mengklaim telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan, termasuk menyalurkan tambahan melalui mekanisme fakultatif dan extra dropping sebesar 10 persen sepanjang Maret 2026. Jumlah tersebut setara dengan 3.657.666 tabung LPG 3 kilogram di Jawa Timur.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan penyalur resmi.

“Kami secara rutin menyalurkan LPG 3 kilogram sesuai kuota pemerintah dan melakukan pemantauan distribusi secara berkala agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Pertamina juga melakukan peninjauan lapangan guna memastikan distribusi berjalan sesuai aturan, termasuk penerapan harga eceran tertinggi (HET).

Pertamina kembali mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Masyarakat yang mampu secara ekonomi diimbau beralih ke LPG non-subsidi agar distribusi lebih tepat sasaran di tengah tingginya kebutuhan menjelang Lebaran. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.