Kemensos Siapkan Bantuan dan Safe House Bagi Korban Karhutla

oleh -99 Dilihat
IMG 20260813 WA0031
Gus Ipul dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Penanganan Layanan Dasar di Wilayah Karhutla. (Foto: Kemensos)

KabarBaik.co, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan penyaluran bantuan kebutuhan dasar dan layanan psikososial bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Penanganan diawali dengan menggunakan data tunggal untuk mengidentifikasi keluarga terdampak dan memetakan kebutuhan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan, pihanya melakukan beberapa penanganan terhadap warga terdampak Karhutla. Di antaranya memberikan dukungan logistik, tempat pengungsian sementara atau khusus misalnya, dan mendirikan safe house.

“Datanya sama dan kita bisa mengidentifikasi keluarga terdampak,” kata Gus Ipul dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Penanganan Layanan Dasar di Wilayah Karhutla yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara daring, Kamis (13/8).

Berdasarkan hasil asesmen dan identifikasi kebutuhan bersama pemerintah daerah, Kemensos menyalurkan sejumlah bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak. Kemensos mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan ke lokasi terdampak untuk membantu penyaluran bantuan masyarakat di lapangan.

“Yang sudah kita salurkan di antaranya makanan siap saji, tenda-tenda perlengkapan keluarga, serta kita menurunkan SDM, Tagana, dan relawan yang bersama Kemensos untuk melakukan distribusi cepat terhadap bantuan yang dibutuhkan,” kata Gus Ipul

Safe house digunakan sebagai tempat perlindungan aman sementara bagi masyarakat terdampak Karhutla. Keluarga yang berada di safe house juga mendapatkan layanan bantuan dasar. “Kita juga memberikan layanan psikososial bersama dengan Kemenkes berupa layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh keluarga terdampak,” kata Gus Ipul.

Untuk mendukung respons cepat bencana di berbagai wilayah, Kemensos mengoptimalkan fungsi 31 lokasi shelter yang tersebar di 16 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua. Keberadaan shelter tersebut menjadi bagian dari kesiapan Kemensos dalam memberikan tempat evakuasi aman, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan dan psikososial serta lokasi koordinasi-informasi.

“Soal tempat logistik atau lokasi shelter Kemensos berada di 16 provinsi, 31 lokasi shelter, dari Aceh sampai Papua. Inilah kira-kira dukungan Kemensos, kami siap bekerjasama di bawah arahan Pak Menko PMK. Di lapangan kami di bawah koordinasi BNPB,” kata Gus Ipul.

Penanganan bencana kolaboratif melibatkan TNI, kepolisian, Tagana, dan relawan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dan layanan bagi keluarga terdampak dapat disalurkan secara cepat sesuai kebutuhan di lapangan. “Pada prinsipnya, kami akan memberikan bantuan sesuai dengan tugas dan fungsi Kemensos untuk semua keluarga terdampak, (kolaborasi) beserta dengan kementerian-kementerian yang lain,” ujar Gus Ipul.

Hadir dalam rapat, antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wakil Menteri Koordinator Polhukam Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, dan Wakil Menteri PPPA Veronica Tan. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.