KabarBaik.co, Jayawijaya – Kementerian Pertanian (Kementan) menganggarkan dana program cetak sawah rakyat di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan kurang lebih Rp 24,5 miliar untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jayawijaya Markus W Kenelak di Wamena, Rabu, mengatakan pihaknya juga dilibatkan dalam program nasional tersebut.
“Kami Dinas PUPR dilibatkan bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya untuk membantu menyukseskan program cetak sawah rakyat seluas 700 hektare di daerah ini. Dan anggaran yang digelontorkan oleh Kementan kurang lebih Rp 24,5 miliar,” katanya.
Menurut dia, Dinas PUPR Kabupaten Jayawijaya memiliki tugas membuat infrastruktur atau konstruksi jaringan sekunder, irigasi, primer, tersier, membuat pematang sawah, dan membuat jalur petak.
Sementara Dinas Pertanian, kata dia lebih kepada penentuan lokasi serta penunjukan kelompok tani yang akan mengerjakan program cetak sawah rakyat.
“Kami dengan Dinas Pertanian saat ini berkolaborasi dalam tugas pokok dan fungsi atau tupoksi sesuai bidang keahlian masing-masing dalam menjalankan program cetak sawah rakyat di delapan distrik di Jayawijaya,” katanya.
Dia menambahkan, biaya per hektare sawah baru tersebut kurang lebih sebesar Rp 35 juta, sehingga untuk 700 hektare dibutuhkan anggaran sebesar Rp 24,5 miliar.
Dia menyebut delapan distrik yang menjadi pusat pelaksanaan program cetak sawah rakyat itu yakni Maima, Usilimo, Asolokobal, Mustatfak, Hubikosi, Siepkosi, Walelagama, dan Silokarnodoga.
“Bapak bupati secara simbolis akan meluncurkan program cetak sawah rakyat itu pada 31 Juli 2026 di Kampung Wosi, Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya,” katanya. (ANTARA)







