Kenali Kista Ovarium, Kondisi yang Sering Dialami Wanita

oleh -148 Dilihat
kista ovarium gejalanya

kabarbaik.co- Kista ovarium adalah kondisi di mana terdapat kantong berisi cairan yang tumbuh di dalam ovarium (indung telur). Kista ovarium umumnya terjadi pada wanita di usia produktif, yaitu antara 20 hingga 40 tahun.

Kista ovarium dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Gangguan hormon

Kista ovarium yang paling umum adalah kista fungsional. Kista ini disebabkan oleh gangguan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi. Kista fungsional biasanya hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.

  • Kehamilan

Kista kehamilan adalah kista yang terbentuk di ovarium selama kehamilan. Kista ini biasanya hilang dengan sendirinya setelah kehamilan berakhir.

  • Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan endometrium, yaitu jaringan yang melapisi rahim, tumbuh di luar rahim. Kista endometriosis dapat terbentuk di ovarium.

  • Infeksi

Infeksi, seperti infeksi panggul, dapat menyebabkan kista ovarium.

  • Tumor

Kista ovarium yang bersifat kanker sangat jarang terjadi. Tumor ovarium dapat berupa tumor jinak atau tumor ganas.

Kebanyakan kista ovarium tidak menimbulkan gejala dan hilang dengan sendirinya. Namun, beberapa kista ovarium dapat menimbulkan gejala, seperti:

  • Nyeri panggul
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Sering buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Perubahan siklus menstruasi

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti USG, untuk memastikan diagnosis kista ovarium.

Pengobatan kista ovarium tergantung pada ukuran, jenis, dan gejala yang ditimbulkan. Kista ovarium yang kecil dan tidak menimbulkan gejala biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun, kista ovarium yang besar atau menimbulkan gejala dapat diobati dengan obat-obatan atau operasi.

Obat-obatan

Obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati kista ovarium adalah:

  • Kontrasepsi hormonal

Kontrasepsi hormonal, seperti pil KB atau patch, dapat membantu mengendalikan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Hal ini dapat membantu mengecilkan ukuran kista dan mengurangi gejala yang ditimbulkan.

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)

Obat NSAID, seperti ibuprofen, dapat membantu meredakan rasa nyeri dan peradangan yang disebabkan oleh kista ovarium.

Operasi

Operasi pengangkatan kista ovarium dapat dilakukan jika:

  • Kista ovarium berukuran lebih dari 5 cm
  • Kista ovarium menimbulkan gejala yang mengganggu
  • Kista ovarium tidak hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan
  • Kista ovarium dicurigai bersifat kanker

Operasi pengangkatan kista ovarium dapat dilakukan dengan cara laparoskopi atau laparotomi. Laparoskopi adalah operasi yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil di perut. Laparotomi adalah operasi yang dilakukan dengan membuat sayatan besar di perut.

Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah kista ovarium:

  • Jaga berat badan ideal
  • Lakukan olahraga secara teratur
  • Hindari konsumsi alkohol dan rokok
  • Makan makanan yang sehat dan bergizi

Jika Anda memiliki faktor risiko kista ovarium, sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin ke dokter.(Lilis Dewi)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.