KabarBaik.co, Surabaya — Kerja sama Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim dengan HGI Research Centre dan BOKE Technology di bidang pendidikan, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pengembangan talenta digital mendapat sorotan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah informasi mengenai hubungan korporasi sejumlah entitas yang terlibat dengan perusahaan yang pernah dikaitkan dengan platform permainan Higgs Domino Island (HDI).
Sorotan itu mencuat setelah Dindik Jatim menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan HGI Research Centre di Shanghai, Tiongkok, pada 11 Juni 2026. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan vokasi, pengembangan talenta digital, AI, animasi, serta hubungan antara sekolah dan dunia industri.
Dalam informasi yang beredar sebelumnya, HGI Research Centre disebut sebagai anak perusahaan BOKE Electronics. Namun, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan hubungan korporasi antara HGI Research Centre dan BOKE Technology dengan entitas yang berkaitan dengan Higgs Games Island maupun Higgs Domino Island.
Hal itu menjadi perhatian karena pemerintah sebelumnya pernah mengambil tindakan terhadap platform Higgs Domino Island. Pada 8 Agustus 2023, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan telah melakukan pemutusan akses serta take down aplikasi Higgs Domino Island dari Google Play Store dan Apple App Store sebagai bagian dari penanganan konten perjudian daring.
Dalam dokumentasi kunjungan Dindik Jatim ke Shanghai, Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai terlihat bersama sejumlah perwakilan HGI. Dalam salah satu dokumentasi, Aries juga tampak mengenakan kaus dengan gambar ikon Leon yang dikenal berkaitan dengan permainan HGI. Sosok yang disebut sebagai Mr Rey, perwakilan HGI, juga terlihat dalam sejumlah rangkaian kegiatan tersebut.
Penjajakan Pelatihan AI untuk 5.000 Guru SMK
Kerja sama tersebut kemudian berlanjut dalam penjajakan program Game+ Education pada Juli 2026. Salah satu rencana yang dibahas adalah pelatihan pemanfaatan AI bagi 5.000 guru SMK di Jawa Timur.
Pada 23 Juli 2026, perwakilan BOKE Technology juga mengunjungi sejumlah SMK yang memiliki keunggulan di bidang animasi di Malang, Singosari, dan Surabaya. Aries mengatakan sejak awal penjajakan kerja sama diarahkan untuk menjawab kebutuhan pendidikan vokasi, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
“Dasar utama kami adalah kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi pendidikan guru dan murid SMK Jawa Timur, khususnya pada bidang artificial intelligence, animasi, digital content, dan teknologi kreatif,” kata Aries, Jumat (21/8).
Namun, ketika ditanya mengenai informasi kemungkinan hubungan HGI Research Centre dan BOKE Technology dengan Higgs Games Island maupun Higgs Domino Island, Aries mengaku belum mengetahui hal tersebut.
“Kami tidak mengetahui, terima kasih atas informasi dan kami memandangnya sebagai masukan untuk melakukan verifikasi dan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.
Menurut Aries, Dindik Jatim akan mengevaluasi kerja sama tersebut apabila hasil verifikasi menemukan persoalan terkait afiliasi perusahaan, aspek hukum, maupun hal lain yang tidak sejalan dengan prinsip pendidikan.
“Kalaupun kerja sama pendidikan dilanjutkan, ruang lingkupnya harus secara tegas terbatas pada pendidikan, peningkatan kompetensi guru, AI, animasi, teknologi kreatif dan penguatan link and match SMK dengan perkembangan industri,” katanya.
Kehadiran Aries di Turnamen Domino
Sorotan lain muncul dari kehadiran Aries dalam Surabaya Domino Tournament 2026 yang digelar di Grand City Convention Hall Surabaya pada April 2026.
Dalam kegiatan yang didukung HGI tersebut, Aries terlihat berada di atas panggung dan menyerahkan hadiah secara simbolis kepada salah satu pemenang.
Aries menjelaskan kehadirannya dalam kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan kapasitasnya sebagai Kepala Dindik Jatim maupun penugasan dari Gubernur Jawa Timur.
“Saya diundang panitia yang kebetulan panitia kenal dengan saya, jadi bukan dari sponsor. Saya diundang bukan sebagai Kepala Dinas Pendidikan, tapi atas nama pribadi karena panitianya kenal dengan saya dan kegiatannya malam hari di luar tugas saya sebagai Kepala Dinas,” jelasnya.
Rangkaian pertemuan dan kegiatan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai batas antara hubungan personal, kegiatan kelembagaan, dan penjajakan kerja sama pendidikan dengan pihak HGI.
Terlebih, rencana pelatihan bagi 5.000 guru SMK itu masih berada dalam tahap penjajakan. Sejumlah aspek juga belum dijelaskan secara rinci kepada publik, termasuk bentuk perjanjian lanjutan, sumber pembiayaan, serta struktur hubungan antarpihak yang terlibat.
Dindik Jatim Janji Evaluasi
Aries memastikan Dindik Jatim tidak akan memberikan ruang bagi kerja sama pendidikan yang bergeser menjadi kepentingan komersial, terlebih jika berkaitan dengan perjudian daring.
“Tidak ada ruang bagi promosi judi online, transaksi chip, aktivitas perjudian maupun pemasaran platform kepada murid,” tegas Aries.
Ia menambahkan, perlindungan terhadap siswa akan menjadi pertimbangan utama sebelum kerja sama pendidikan tersebut dilanjutkan.
“Apabila berdasarkan hasil verifikasi terdapat aspek lain, etik maupun afiliasi perusahaan yang tidak sesuai dengan prinsip tersebut, maka Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tentu akan mengevaluasi bahkan tidak melanjutkan kerja sama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menempatkan proses verifikasi sebagai tahap penting sebelum kerja sama Dindik Jatim dengan HGI Research Centre dan BOKE Technology memasuki tahap lebih lanjut.
Di satu sisi, program pengembangan AI, animasi, teknologi kreatif, dan pendidikan vokasi dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan kompetensi siswa dan guru menghadapi kebutuhan industri. Di sisi lain, transparansi mengenai identitas, struktur, afiliasi korporasi, serta ruang lingkup kerja sama menjadi penting agar program pendidikan tidak menimbulkan persoalan baru.
Publik pun menunggu hasil pendalaman Dindik Jatim untuk memastikan seluruh kerja sama tersebut berjalan dalam koridor pendidikan, melindungi peserta didik, serta terbebas dari kepentingan promosi platform permainan maupun aktivitas yang bertentangan dengan ketentuan hukum dan prinsip perlindungan anak. (*)








