KabarBaik.co – Momentum kebangkitan pendidikan non-formal di Sidoarjo semakin terasa. Hal itu terlihat saat Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdilah Nasih, menerima penghargaan sebagai Tokoh Pelopor Pendidikan Non-Formal dalam puncak PNF di Hotel Aston, Sabtu (6/12) malam.
Di hadapan para pegiat PNF, Nasih menegaskan bahwa pendidikan non formal kini bukan lagi alternatif, tetapi kebutuhan nyata masyarakat di era yang terus berkembang.
Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdilah Nasih menegaskan komitmen legislatif dalam mendorong peningkatan kualitas lembaga Pendidikan Non Formal (PNF) seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Kursus Pelatihan (LKP).
Menurutnya, peran DPRD sangat penting untuk memperkuat akses, kualitas, serta keberlanjutan pendidikan di luar jalur formal yang kini semakin diminati masyarakat.
“Alhamdulillah kita terus memberikan kebijakan, kemudahan, plus juga anggaran, baik kepada instruktur PKBM, LKP, maupun hibah kepada teman-teman lembaga-lembaga di PKBM,” ungkapnya.
Ia menekankan perlunya komunikasi lebih intens antara lembaga PNF dan DPRD, agar kebutuhan di lapangan dapat terpetakan dengan tepat.
“Untuk Ke depan ayo sering komunikasi dengan DPRD, sehingga apa kebutuhan dari PKBM ataupun lembaga-lembaga lainnya bisa kami ketahui. Pemerintah bisa hadir, dan kami DPRD bisa memberikan kontribusi nyata. Kalau tidak ada komunikasi, kan sulit mengetahui apa yang dibutuhkan,” ujar Nasih.
Menurut Nasih, tumbuh kembang lembaga PNF merupakan indikator bahwa masyarakat kini lebih terbuka terhadap pendidikan non formal, meski kultur pemerintahan dan masyarakat masih cenderung formalistik.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai welcome. Mereka tertarik kepada pendidikan non-formal bukan hanya karena pergeseran pola pikir, tetapi juga karena kebutuhan,” jelasnya.
Kursus dan pelatihan dinilai mampu menjawab kebutuhan keterampilan praktis masyarakat, karena lebih sesuai dengan karakter setiap individu.
“Kursus bisa sesuai dengan karakter tiap individu, siap kerja, macam-macam. Sehingga PKBM dan PNF ini menjadi substitusi bahkan komplementer bagi pendidikan formal,” papar Nasih.
Pada puncak peringatan PNF yang digelar H. Abdilah Nasih turut menerima penghargaan sebagai Tokoh Pelopor Pendidikan Non Formal.
Dalam sambutannya setelah menerima penghargaan tersebut, Nasih menyampaikan apresiasi atas kiprah para penggerak pendidikan non-formal di Sidoarjo.
“Saya sangat mengapresiasi adanya kegiatan pendidikan non formal di Sidoarjo ini. Harapan kami, PNF terus berkembang di era yang terus bertumbuh kembang. Kita lihat masyarakat juga mulai melirik kegiatan pendidikan non formal,” ujarnya.
Nasih menegaskan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat harus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lembaga PNF agar kontribusinya semakin optimal.
“PKBM harus mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya. Pemerintah harus hadir, dan masyarakat juga harus bergandeng tangan memberikan dukungan,” pungkas Ketua DPRD Sidoarjo tersebut.
Dalam puncak PNF AWARD ini tak hanya ketua DPRD kabupaten Sidoarjo yang mendapatkan penghargaan tokoh namun Kasipah anggota DPRD komisi D dari fraksi PDIP juga mendapat penghargaan sebagai Tokoh Perempuan pelopor pendidikan non formal 2025
Kasipah dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui pendidikan non-formal, khususnya bagi mereka yang membutuhkan ruang belajar kedua.
“ini pertama kali saya menerima penghargaan dan langsung dapat dari PNF kabupaten Sidoarjo saya persembahkan untuk seluruh penggerak PNF di Sidoarjo. Perempuan harus punya kesempatan luas untuk belajar, meningkatkan keterampilan, dan mandiri. PNF hadir sebagai jembatan,” ujarnya
Kasipah juga menambahkan bahwa Komisi D akan terus mengawal program-program peningkatan kualitas PKBM dan LKP agar pendidikan non formal semakin inklusif. (*)








