Khofifah Ajak Bupati dan Wali Kota Serap Tomat Petani, Jaga Harga Tetap Stabil

oleh -44 Dilihat
IMG 20250927 WA0000
Tomat yang diserap pemerintah daerah bisa dimanfaatkan untuk program gizi anak di sekolah.

KabarBaik.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh bupati dan wali kota di daerahnya untuk turun tangan menyerap hasil panen tomat petani. Langkah ini dinilai penting guna menstabilkan harga yang tengah anjlok akibat panen berlimpah.

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah saat melakukan penyerapan langsung 1,3 ton tomat dari petani di Desa Kare, Kabupaten Madiun, Sabtu (27/9). “Saat ini tomat di Jawa Timur mengalami over supply dan menjadi salah satu penyumbang deflasi di 14 kabupaten/kota.

Karena itu saya minta bupati dan wali kota ikut menyerap hasil panen tomat di daerahnya. Kalau dulu kita pernah lakukan untuk cabai, sekarang giliran tomat,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, tomat yang diserap pemerintah daerah bisa dimanfaatkan untuk program gizi anak di sekolah.

“Tomat bisa dijadikan jus sehat untuk siswa PAUD, TK, maupun SD. Jadi bukan hanya menolong petani, tapi juga menyehatkan anak-anak. Saya membayangkan Senin nanti anak-anak sudah bisa menikmati jus tomat segar di sekolah mereka,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur tercatat mengalami deflasi 0,10 persen pada Agustus 2025. Dari 14 daerah yang terdampak, tomat menjadi komoditas utama penyumbang deflasi setelah harga di tingkat petani turun drastis hingga Rp 2.000 per kilogram.

Untuk membantu petani, Khofifah membeli tomat dengan harga Rp4.000 per kilogram, jauh di atas harga lahan. Langkah ini, menurutnya, sederhana namun efektif untuk mendorong penetrasi harga dan memberikan semangat kepada petani.

“Di Desa Kare saja, tomat siap panen hari ini sekitar 1,3 ton. Kalau harganya Rp 2.000 per kilo di lahan, saya serap Rp4.000 per kilo. Harapannya ini bisa menggairahkan kembali petani sekaligus menggerakkan harga,” tegasnya.

Langkah serupa sebelumnya juga pernah dilakukan Khofifah ketika terjadi over supply bawang merah di Nganjuk serta penurunan harga beras di Bojonegoro dan Lamongan.

Suyatno, petani tomat dari Desa Kare, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Gubernur. Ia bercerita harga tomat anjlok sejak Agustus, dari Rp5.000 per kilogram menjadi Rp2.000 per kilogram akibat panen serentak.

“Tomat melimpah, tapi daya serap pasar terbatas. Kami para petani sangat terpukul. Kehadiran Ibu Gubernur yang langsung membeli tomat kami jelas memberi harapan baru. Apalagi kalau bupati dan wali kota ikut bergerak, harga pasti lebih cepat normal,” ungkap Suyatno.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.