Kinerja Ekspor Jatim Awal 2026 Melemah Tipis, Sektor Migas Anjlok 27 Persen

oleh -269 Dilihat
Petikemas
Penurunan kinerja ekspor Jawa Timur pada awal tahun ini tidak terlepas dari melemahnya sebagian besar komoditas unggulan.

KabarBaik.co, Surabaya – Kinerja ekspor Jawa Timur pada awal tahun 2026 menunjukkan pelemahan tipis. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, nilai ekspor sepanjang Januari–Februari 2026 mencapai 4,02 miliar dolar AS, turun 0,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,04 miliar dolar AS.

Plt Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, menjelaskan penurunan ini terutama dipicu melemahnya ekspor nonmigas, meskipun koreksinya relatif kecil.

“Ekspor nonmigas turun 0,04 persen, dari 3,97 miliar dolar AS menjadi 3,96 miliar dolar AS,” ujarnya, Kamis (2/4).

Sementara itu, penurunan paling signifikan justru terjadi pada sektor migas. Nilai ekspor migas tercatat merosot tajam hingga 27,16 persen, dari 75,46 juta dolar AS menjadi 54,96 juta dolar AS.

Koreksi ini dipengaruhi turunnya ekspor minyak mentah yang anjlok 40,80 persen menjadi 42,01 juta dolar AS, serta ekspor gas yang ikut menyusut 21,26 persen menjadi hanya 0,03 juta dolar AS.

Di sisi komoditas nonmigas, beberapa sektor unggulan juga mengalami tekanan. Penurunan terdalam terjadi pada komoditas tembaga (HS 74) yang turun 16,10 persen (year-on-year) menjadi 299,50 juta dolar AS, dengan Thailand sebagai tujuan utama ekspor.

Komoditas perhiasan dan permata (HS 71) yang selama ini menjadi penyumbang terbesar juga mengalami penurunan 12,39 persen menjadi 483,83 juta dolar AS, dengan pasar utama Uni Emirat Arab.

Namun demikian, tidak semua sektor mengalami kontraksi. Sejumlah komoditas justru mencatatkan pertumbuhan signifikan. Lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 32,34 persen menjadi 441,32 juta dolar AS, dengan Tiongkok sebagai pasar utama.

Kinerja positif juga ditunjukkan komoditas tembakau (HS 24) yang tumbuh 15,39 persen, serta produk olahan ikan, krustasea, dan moluska (HS 16) yang naik 11,60 persen menjadi 138,86 juta dolar AS, dengan Amerika Serikat sebagai tujuan utama ekspor.

Secara keseluruhan, sepuluh komoditas nonmigas utama masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 62,97 persen terhadap total ekspor nonmigas. Namun, kontribusi tersebut turun 0,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Herum menegaskan, penurunan kinerja ekspor Jawa Timur pada awal tahun ini tidak terlepas dari melemahnya sebagian besar komoditas unggulan, terutama sektor perhiasan dan permata yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor daerah.

“Kondisi ini menunjukkan perlunya diversifikasi pasar dan penguatan daya saing produk ekspor agar kinerja ke depan lebih stabil,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.