KabarBaik.co, Jember – Gelaran Kirab Pawai Budaya Ancak Agung di Jalan Gajah Mada menuju Alun-alun Kabupaten Jember pada Sabtu (22/8) sukses mencatatkan namanya di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Tak tanggung-tanggung, ajang ini memboyong dua rekor sekaligus, Ancak Tertinggi dari Rangkaian Suwar-Suwir dan Kirab Ancak Agung Terbanyak.
Pengumuman rekor disampaikan oleh perwakilan MURI Ari Andriani, saat agenda doa dan salawat bersama di Alun-alun Jember pada malam harinya.
Acara dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW serta HUT ke-81 RI ini turut diwarnai lantunan shalawat yang dipimpin oleh KHR. Muhammad Kholil As’ad, Pengasuh Ponpes Walisongo Situbondo.
Ancak Suwar-Suwir tertinggi, menjulang setinggi 3,7 meter, disusun dari 1.600 kemasan yang berisi sekitar 32.000 biji suwar suwir jajanan khas Jember.
Untuk jumlah ancak terbanyak adalah hasil verifikasi mencatat 527 ancak berparade, melampaui capaian sebelumnya yang berada di angka 449 ancak.
Ari Andriani mengonfirmasi bahwa kedua penghargaan tersebut dikategorikan sebagai rekor dunia karena berhasil mengangkat potensi lokal.
Walau panitia sempat menargetkan 1.000 ancak, keterbatasan waktu persiapan membuat MURI menetapkan standar kelulusan minimal kenaikan 10 persen dari rekor terdahulu. MURI kini menantang Pemkab Jember untuk menembus target 1.000 ancak pada gelaran mendatang.
“Setelah tadi pagi kami verifikasi, ada 527 Ancak Agung,” ujar Ari.
Mengangkat tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”, para peserta mengarak ancak berisi komoditas pertanian dan kuliner lokal.
Tradisi ini dihadirkan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, bentuk kecintaan pada Rasulullah SAW, serta cerminan nilai gotong royong warga Jember.
Parade ini melibatkan ratusan perwakilan dari jajaran OPD, puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, hingga organisasi masyarakat. Dalam perlombaan penataan ancak terbaik, dimenangkan oleh SMPN 6 Jember yang berhasil menjadir juara 1, di susul Roxy Mall dan ketiga SMPN 2 Jember.
Menanggapi raihan tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan sarana merawat warisan leluhur dan mempererat kebersamaan warga.
“Ini bukan sekadar tentang rekor, tetapi bagaimana kita menjaga tradisi dan gotong royong masyarakat Jember. Tahun depan kita ingin lebih besar lagi, targetnya 1.000 ancak. Mudah-mudahan semangat ini terus tumbuh dan menjadi kebanggaan masyarakat Jember,” ujar Gus Fawait.
“Saya berharap semangat kolektif ini terus terjaga dan membawa kebanggaan bagi seluruh masyarakat Jember di masa depan,” pungkasnya.(*)








