Kisah Desa Pacarpeluk di Jombang: Namanya Romantis, Sejarahnya Menarik

oleh -925 Dilihat
pacar peluk
Kantor Desa Pacarpeluk (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co – Nama Desa Pacarpeluk di Jombang belakangan mencuri perhatian publik, terutama di media sosial. Tak sedikit warganet yang menyebutnya sebagai desa paling romantis di Indonesia.

Pasalnya, nama desa ini terdiri dari dua kata yang menggugah perasaan: Pacar dan Peluk.

Desa Pacarpeluk terletak di Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur. Desa ini terbagi menjadi empat dusun, yakni Dusun Pacar, Peluk, Soko, dan Tegalrejo.

Warga setempat, Ponidi, 59, mengatakan dulunya Desa Pacarpeluk hanyalah hutan belantara yang belum berpenghuni. Sejarah desa ini bermula ketika seorang pengembara bernama Mbah Wonoyudo datang dari Jipang Manolan, Jawa Tengah, untuk membuka lahan dan menetap di kawasan tersebut.

“Di tempat yang dibabatnya itu, Mbah Wonoyudo sering menjumpai bunga pacar air. Karena itu daerah tersebut dikenal sebagai Dusun Pacar,” jelas Ponidi kepada KabarBaik.co, Minggu (2/11).

Tak berselang lama, datang pula Mbah Kalam, seorang pengembara lain yang juga berasal dari Jawa Tengah. Ia datang membantu membuka hutan dan memperluas pemukiman. Dalam proses tersebut, Mbah Kalam akhirnya menikah dengan Kik Liyah, putri dari Mbah Wonoyudo.

“Dari pernikahan itu, mereka terus memperluas pemukiman bersama anak-anak Mbah Wonoyudo lainnya seperti Kik Wiroyudo, Kik Reksoyudo, dan Kik Ronoyudo,” lanjut Ponidi.

Menariknya, Dusun Peluk konon mendapat namanya dari peristiwa unik. Suatu hari mereka menjumpai seorang lelaki misterius yang tengah bertapa di bawah pohon mangga.

Ia mengenakan kupluk berkuncir dan membawa bekal nasi. Peristiwa ini begitu membekas hingga tempat itu kemudian dikenal dengan nama Peluk.

Seiring waktu, pemukiman makin berkembang dengan bertambahnya Dusun Soko dan Tegalrejo. Sekitar tahun 1870-an, jabatan kepala desa mulai dikenal di wilayah tersebut. Kepala desa pertama yang menjabat adalah Mbah Konde, cucu dari Kik Wiroyudo.

“Mbah Konde inilah yang kemudian menamai desa tersebut menjadi Pacarpeluk, hasil penggabungan dua nama dusun awal Pacar dan Peluk,” ujar Ponidi.

Tak hanya memberi nama, Mbah Konde juga membangun balai desa dengan arsitektur menyerupai keraton. Bangunan ini masih berdiri kokoh hingga kini dan menjadi salah satu simbol sejarah desa.

Makam Mbah Konde juga masih bisa ditemukan di desa tersebut. Letaknya berada di tepi sungai dan di bawah sebuah pohon besar, tak jauh dari permukiman warga.

“Suasananya sejuk, suara air sungai menambah ketenangan. Tapi memang jarang yang datang kecuali saat kegiatan bersih-bersih makam,” kata seorang warga.

Dengan nama unik dan kisah sejarah yang menarik, tak heran jika Desa Pacarpeluk kini menjadi perbincangan banyak orang. Bahkan tak sedikit jomblo yang berharap bisa menemukan jodohnya di desa yang penuh cinta ini. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.