Kisah Mantan Anggota Gangster di Sidoarjo Mencari Jati Diri, Cinta, hingga Ikatan Keluarga (Bagian 1)

Reporter: Yudha
Editor: Gagah Saputra
oleh -368 Dilihat
Sekelompok gangster yang tertangkap polisi usai melakukan perusakan.

KabarBaik.co – Keberadaan sekelompok anak muda yang kerap berbuat onar saat malam hari disertai dengan membawa senjata tajam terbukti membuat resah warga Sidoarjo beberapa waktu terakhir. Bahkan ketika tiap bulan pihak Kepolisian menangkap mereka, keberadaannya tak pernah hilang.

Sejumlah faktor pun terungkap dari pengakuan para pelaku yang tertangkap. Hingga akhirnya salah seorang mantan anggota gangster bernama Jaka, bukan nama sebenarnya, menguraikan kisah hidupnya.

Ia mengaku saat masih menjadi anggota gangster dulu pernah merasakan dinginnya lantai penjara akibat perbuatannya.

“Alhamdulillah sekarang sudah enggak ikut-ikut lagi, meski ada saja yang mengajak,” kata remaja berusia 20 tahunan ini.

Jaka sendiri sebelumnya pernah menjadi anggota gangster saat duduk di bangku kelas X SMA. Ia menuturkan, banyak alasan seorang anggota gangster baru memutuskan untuk bergabung, namun yang paling banyak adalah ikut-ikutan serta dalam proses pencarian jati diri.

Baca juga:  Berangkatkan CJH, Ini Pesan Khusus Plt Bupati Sidoarjo

“Dulu namanya anak muda senengannya ikut-ikutan, nongkrong di warung terus ikut, sama banyak yang pengen mencari jati diri sama ngukur batas keberanian,” ujarnya.

Selain itu ada juga yang terpancing saat melihat media sosial akun gangster sehingga tertarik dan bergabung.

Terkait aturan atau syarat khusus, Jaka mengatakan tak ada kriteria khusus. “Basisnya ya dari warkop sering nongkrong bareng, minum-minum terus bikin grup, dinamai. Atau ikut join grup yang sudah ada,” ujarnya.

Namun ada juga remaja yang gabung gangster lantaran ingin menarik perhatian lawan jenis. Selain itu juga ada anak yang kekurangan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya yang mungkin saja sedang sibuk bekerja.

“Ada yang anaknya kaya raya tapi tidak diperhatikan karena orang tuanya sibuk sendiri, ada juga yang latar belakangnya broken home,” tuturnya.

Baca juga:  Prakiraan Cuaca Surabaya Raya Hari Ini 16 April

Atas dasar ini akhirnya mereka mencari semacam bentuk keluarga di kelompok gangster ini. “Kalau di kelompok ini bebas, mau keluar monggo, mau masuk ya monggo, bahkan kalau ada janjian tawuran dan dia gak mau ikut pun sebenarnya gapapa,” jelasnya.

Menurut Jaka, jika seorang anggota yang sudah betul-betul hatinya masuk hampir 100 persen maka akan ikut turun ke jalan, entah untuk sekadar konvoi atau bahkan ikut tawuran.

Jaka pun mengakui saat ini jumlah kelompok remaja bersenjata yang kerap disebut gangster ini lebih banyak dibanding masanya dulu.

Ia juga melihat tak sedikit anggota gangster angkatannya dulu yang keluar dari grupnya, kemudian membuat kelompok baru dengan merekrut anak remaja lainnya.

“Ada beragam, bahkan yang paling tua ada usia 20-an tahun ke atas, jadi pentolan terus ngerangkul anak-anak lainnya,” jelasnya.

Setelah dirasa cukup anggotanya kemudian mereka mendeklarasikan diri dengan nama yang biasanya diambil dari geng besar di Jakarta. “Seperti yang depannya All-All itu semua ikut-ikutan di wilayah Jakarta,” katanya. Ini kemudian yang membuat semakin banyak kelompok gangster baru.

Baca juga:  Optimis Rampung April 2024, Proyek Fly Over Aloha Capai 70 Persen

Jaka menjelaskan mengapa banyak anggota gangster masih berusia anak sekolah, karena mereka mudah untuk dipengaruhi dengan rasa penasaran tinggi di dalam dirinya.

“Hampir tiap kecamatan mesti ada basis gengsternya dan lebih dari satu, cuma saya tidak berani menyebut nama-namanya,” lanjutnya.

Jaka mengungkapkan, ada sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul gangster. Mulai dari Bypass Krian, Jembatan Trosobo, Lingkar Timur, Arteri Porong, Jalanan Jedong Cangkring hingga pada perbatasan Krembung-Prambon.

“Di situ-situ saja, bahkan ada yang kelompok dari luar Sidoarjo juga sering,” jawabnya.(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.