Kebakaran Pabrik Spons di Gresik Diduga Akibat Pembakaran Sampah, Kerugian Ditaksir Rp 4 Miliar

Editor: Andika DP
oleh -461 Dilihat
Petugas damkar berjibaku memadamkan kebakaran pabrik spons di Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, Gresik. (Foto: Andika DP)

KabarBaik.co – Kebakaran hebat yang melahap pabrik spons di Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, Gresik akhirnya berhasil dipadamkan, Kamis (11/7). Bangunan pabrik luluh lantah, ditaksir kerugian mencapai miliaran rupiah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Gresik Suyono mengatakan, amuk si jago merah terjadi sekitar pukul 09.35 WIB. Proses pemadaman memakan waktu sekitar lima jam.

“Api kali pertama diketahui oleh salah seorang karyawan yang sedang bekerja di ruang produksi. Api menjalar melalui lubang ventilasi lalu membakar barang-barang di dalam pabrik,” beber Suyono.

Baca juga:  Pengakuan Pelaku Pengeroyokan Pesilat di Gresik, Minum Arak Bali Sebelum Hajar Korban hingga Tewas

Banyaknya material yang mudah terbarak di dalam pabrik kasur busa itu membuat kobaran api dengan cepat membesar. Bangunan pabrik ambruk dan isinya ludes terbakar. “Kerugian ditaksir Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar,” tutupnya.

Informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut disebabkan aktivitas pembakaran sampah di sekitar pabrik. Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kapolsek Driyorejo menyebut pihaknya masih dalam penyelidikan.

Baca juga:  Gerebek Warung Pangku, Satpol PP Gresik Amankan Pramusaji Seksi dan Miras

“Informasi yang kita dapat memang demikian, dugaan sementara ada orang membakar sampah lalu ditinggalkan. Tapi ini masih didalami dalam proses penyelidikan,” kata Kapolsek Driyorejo, AKP Mushiram, Kamis (11/7).

Mushiram menjelaskan keterangan tersebut didapatnya dari pemeriksaan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian. Menurut warga sekitar, UD Victori Metalindo Makmur tersebut memang sering membakar sampah di bagian belakang pabrik.

Terpisah, Nur Kholis warga sekitar yang tinggal tepat di belakang pabrik tersebut mengatakan kerap membakar sampah spons di belakang pabrik. Ia bahkan sudah sering menegur pemiliknya untuk tidak membakar spons limbah pabriknya.

Baca juga:  Kekeringan! Petani Tanahlandean Gresik Rela 'Melekan' Demi Dapat Bagian Air

“Sering sekali membakar sampah. Sudah saya bilangin jangan membakar spons, tapi masih tetap saja,” kata Nur Kholis kepada awak media di lokasi kejadian. Teguran itu karena asap pembakaran kerap masuk ke rumah warga. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.