KabarBaik.co, Gresik – Polres Gresik memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang pelaksanaan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Gresik yang akan digelar pada pertengahan Juni 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT PM Cabang Gresik Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Rupatama Sarja Arya Racana Mapolres Gresik, Kamis (11/6).
Rakor dipimpin Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan dihadiri Dandim 0817 Gresik sekaligus Ketua IPSI Kabupaten Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kepala Bakesbangpol Gresik Nanang Setiawan, Ketua PSHT Cabang Gresik Pusat Madiun Sukamto, perwakilan sejumlah perguruan silat, pejabat utama Polres Gresik, serta para kapolsek jajaran.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan tradisi bulan Suro maupun kegiatan Suran Agung merupakan bagian dari budaya yang perlu dihormati. Namun, seluruh rangkaian kegiatan harus tetap berlangsung dengan mengedepankan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar kegiatan pengesahan warga baru PSHT berjalan aman dan lancar. Kami berharap seluruh ketua perguruan dapat menekankan kepada anggotanya agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga Gresik tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Ramadhan Nasution.
Menurut dia, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan organisasi pencak silat menjadi kunci untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas selama momentum bulan Suro.
Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha juga menyatakan dukungannya terhadap upaya pengamanan kegiatan tersebut. Ia berencana mengumpulkan tokoh-tokoh perguruan silat sebelum pelaksanaan acara guna memberikan imbauan bersama terkait pentingnya menjaga situasi tetap kondusif.
Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Gresik Pusat Madiun Sukamto menjelaskan prosesi pengesahan warga baru akan dilaksanakan pada Selasa (16/6/2026) mulai pukul 15.00 WIB hingga Rabu (17/6/2026) dini hari di Padepokan PSHT Cabang Gresik, Desa Kambingan, Kecamatan Cerme.
Sebanyak 462 calon warga baru dijadwalkan mengikuti prosesi tersebut dengan mengusung tema “Meneguhkan Jati Diri Setia Hati Terate untuk Memperkuat Soliditas dan Memperkokoh Jiwa Nasionalisme”.
“Tradisi ini merupakan bagian dari perjalanan panjang persaudaraan SH Terate sejak tahun 1922 sebagai bentuk pengukuhan siswa menjadi warga sah. Kami berkomitmen penuh melakukan langkah-langkah pencegahan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib,” ujar Sukamto.
Dalam rapat tersebut, Kabag Ops Polres Gresik Kompol Yusis Budi memaparkan skema pengamanan serta pemetaan sejumlah titik rawan yang menjadi perhatian aparat keamanan.
Sejumlah kapolsek juga menyampaikan masukan terkait langkah antisipasi di lapangan. Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit, misalnya, mengimbau peserta agar tidak menggunakan sepeda motor untuk menghindari konvoi di jalan raya.
Adapun Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif mengingatkan adanya beberapa titik rawan di wilayah Benjeng dan Cerme yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya massa.
Kepala Bakesbangpol Gresik Nanang Setiawan turut mengajak seluruh organisasi kepemudaan dan perguruan silat untuk aktif menyosialisasikan larangan konvoi demi menjaga kenyamanan masyarakat selama peringatan bulan Suro.
Melalui rakor tersebut, seluruh pihak sepakat memperkuat koordinasi dan langkah pencegahan agar tradisi pengesahan warga baru PSHT dapat berlangsung aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat.(*)






