KONI Kota Batu Wajibkan Cabor Jalankan Latihan Mandiri, 214 Atlet Disiapkan ke Porprov 2027

oleh -103 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 21 at 3.00.37 PM 1
Ketua KONI Kota Batu, Sentot saat memberikan arahan kepada para atlet (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Batu – KONI Kota Batu memperkuat strategi pembinaan atlet sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027. Selain menggelar pemusatan latihan, setiap cabang olahraga (cabor) diminta menjalankan program latihan secara mandiri dan berkelanjutan.

Kebijakan tersebut dilakukan agar pola pembinaan dapat lebih menyesuaikan dengan karakter serta kebutuhan atlet di masing-masing cabor. Sebab, pelatih dinilai lebih memahami kondisi dan target latihan atlet yang dibinanya.

Wakil Ketua Umum I KONI Kota Batu, Sumadi, mengatakan program latihan mandiri menjadi bagian penting dari pembinaan atlet menuju Porprov.

“Tidak hanya program yang dari KONI, tapi program di masing-masing cabor untuk memusatkan latihan mereka,” ujar Sumadi, Jumat (21/8).

Menurut dia, kebutuhan latihan setiap cabor berbeda. Mulai dari frekuensi, intensitas hingga metode latihan harus disusun berdasarkan karakter olahraga dan kondisi atlet.

Sementara itu, KONI Kota Batu kini telah menetapkan 214 atlet untuk masuk dalam Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot). Mereka sebelumnya menjalani serangkaian seleksi, termasuk tes fisik dan VO2Max.

Tes tersebut dilakukan menggunakan metode multistage fitness test untuk mengetahui tingkat daya tahan fisik atlet. Standar yang digunakan juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

“Kita sudah adakan tes kapasitas paru-paru menampung oksigen atau biasa kita sebut tes VO2Max dengan menggunakan multistage test. Standar VO2Max atlet disesuaikan dengan cabang olahraga karena kebutuhan fisik antara satu cabang dengan cabang lainnya berbeda,” jelasnya.

Seleksi atlet tidak berhenti pada kemampuan fisik. KONI juga mempertimbangkan aspek administrasi dan komitmen atlet. Salah satunya dengan memastikan atlet berdomisili di Kota Batu serta menandatangani pakta integritas untuk membela daerah dalam ajang Porprov.

Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari proyeksi pembinaan jangka panjang. Atlet diharapkan siap memperkuat Jawa Timur apabila nantinya mendapat kesempatan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Namun, keterbatasan anggaran membuat KONI Kota Batu harus menetapkan prioritas dalam menentukan atlet yang masuk Puslatkot. Atlet yang memiliki peluang dan rekam prestasi medali emas menjadi prioritas utama.

“Karena keterbatasan anggaran, batasnya kita prioritaskan atlet yang punya prestasi medali emas,” tegas Sumadi.

Selain prestasi, faktor usia turut menjadi pertimbangan, khususnya bagi cabang olahraga bela diri. Atlet yang dipilih harus memenuhi ketentuan usia serta memiliki pengalaman bertanding di kategori dewasa.

Di sisi lain, KONI Kota Batu juga berupaya mendukung kebutuhan sarana dan prasarana latihan. Bantuan diberikan melalui penyediaan atau penyewaan tempat latihan serta pemenuhan sejumlah kebutuhan barang habis pakai.

“Walaupun tidak 100 persen terpenuhi dan terjamin, kita berusaha untuk membantu,” tegasnya.

Sejumlah cabor telah memiliki fasilitas latihan yang memadai. Namun, masih terdapat cabang olahraga yang menghadapi keterbatasan fasilitas.

Salah satunya renang dan selam yang hingga kini belum memiliki kolam renang sendiri. Kondisi tersebut membuat atlet harus berlatih di fasilitas yang berada di wilayah Kota maupun Kabupaten Malang.

Sementara untuk cabang olahraga loncat indah, KONI Kota Batu mendapatkan dukungan fasilitas dari Taman Rekreasi Selecta.

“Untuk loncat indah Alhamdulillah Selecta juga mendukung sekali. Kami terima kasih kepada Taman Rekreasi Selecta yang sudah mendukung atlet kami untuk berlatih di sana,” ungkap Sumadi.

Program pembinaan terhadap 214 atlet Puslatkot pada fase awal dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan pada 2026. Setelah itu, latihan akan dilanjutkan secara intensif sepanjang 2027 sebagai persiapan menghadapi Porprov X Jawa Timur.

Meski telah menetapkan 214 atlet, KONI Kota Batu memastikan komposisi tersebut masih dapat berubah. Atlet di luar daftar Puslatkot tetap memiliki peluang masuk apabila mampu menunjukkan performa dan prestasi dalam berbagai kejuaraan daerah yang masih berlangsung hingga Desember 2026.

Bagi atlet yang belum masuk Puslatkot, KONI juga memberikan kesempatan untuk tetap berlatih secara mandiri melalui dukungan anggaran pagu masing-masing cabor.

Dengan pola tersebut, KONI Kota Batu berharap pembinaan atlet berjalan lebih konsisten, tidak hanya saat pemusatan latihan, tetapi juga melalui program rutin yang dijalankan masing-masing cabor hingga pelaksanaan Porprov 2027. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.