KabarBaik.co, Sidoarjo – Pemkab Sidoarjo mulai mengandalkan skema kredit berbunga ringan sebagai strategi utama untuk mendorong daya saing pelaku UMKM. Program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) dinilai menjadi solusi konkret bagi pelaku usaha yang selama ini terkendala modal.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menilai akses permodalan murah menjadi faktor penting agar UMKM bisa berkembang lebih cepat. Terlebih, jumlah pelaku UMKM di Sidoarjo yang mencapai sekitar 250 ribu dinilai memiliki potensi besar untuk terus didorong naik kelas.
Dengan bunga hanya 2 persen per tahun atau sekitar 0,16 persen per bulan, program Kurda menjadi salah satu kredit paling ringan yang bisa diakses pelaku usaha. Angka tersebut merupakan hasil subsidi bunga dari pemerintah daerah yang mencapai hingga sembilan persen.
“Termasuk optimalisasi subsidi bunga Kurda 0,2 persen agar tepat sasaran,” ujar Subandi, Selasa (7/4).
Tak hanya bunga ringan, kemudahan juga diberikan dalam bentuk pinjaman tanpa agunan untuk nominal tertentu. Pelaku UMKM dapat mengakses kredit mulai Rp 5 juta hingga Rp 50 juta, dengan fasilitas tanpa jaminan untuk pinjaman Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.
Penyaluran kredit ini dilakukan melalui BPR Delta Artha, yang berperan sebagai mitra pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan. Proses pengajuan pun didorong agar lebih cepat dan tidak berbelit.
Selain memperkuat sisi permodalan, Pemkab Sidoarjo juga menekankan pentingnya adaptasi pelaku UMKM terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi dinilai menjadi langkah penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Percepatan transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Dengan kombinasi akses modal murah dan dorongan digitalisasi, pemerintah berharap UMKM Sidoarjo tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. (*)







