Laras KensVil, Ruang Ekspresi Perempuan Penabuh Gamelan di Desa Kenep Bojonegoro

oleh -78 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 22 at 15.15.51
Para ibu-ibu di Desa Kenep, Bojonegoro saat berlatih gamelan. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Di sela kesibukan mengurus rumah tangga, sejumlah perempuan di Desa Kenep, Kecamatan Balen, Bojonegoro, meluangkan waktu untuk berkesenian. Mereka rutin memainkan gamelan, merangkai harmoni nada yang menenangkan jiwa.

Pemandangan itu kerap terlihat saat sore hari di sebuah balairung rumah lawas bergaya srotong berwarna hijau-putih. Berlokasi di wilayah Kecamatan Balen, para perempuan duduk bersimpuh dan bersila, menabuh instrumen gamelan yang tersusun memanjang di hadapan mereka. Sesekali mata terpejam dan kepala bergoyang pelan, seolah larut dalam alunan bunyi yang mereka ciptakan sendiri.

Para penabuh gamelan tersebut tergabung dalam grup karawitan Laras KensVil, yang seluruh anggotanya merupakan ibu rumah tangga Desa Kenep. Koordinator Laras KensVil, Marfuah, menjelaskan bahwa kelompok karawitan ini menjadi bagian dari geliat pembangunan Kenep Smart Village yang tengah digencarkan di desa tersebut.

“Kami aktif sejak awal Februari 2025. Saat ini ada 15 anggota, semuanya perempuan,” ujar Marfuah saat ditemui di sela latihan, Senin (22/12).

Menurut dia, Laras KensVil juga menjadi ruang ekspresi bagi perempuan desa yang memiliki ketertarikan pada seni tradisi. Keberadaan seperangkat gamelan di lingkungan desa menjadi pemantik untuk menyalurkan minat tersebut. “Kami memang punya jiwa seni. Ada gamelan di lingkungan kami, jadi kami manfaatkan untuk berkegiatan seni,” tuturnya.

Marfuah menambahkan, aktivitas bermain gamelan juga menjadi sarana hiburan. Latihan rutin digelar setiap Sabtu pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. “Ini hiburan bagi kami di sela mengurus pekerjaan rumah tangga,” imbuhnya.

Sejak aktif hingga pertengahan Mei 2025, para perempuan penabuh gamelan yang seluruhnya muslimah itu telah mampu memainkan sepuluh tembang. Delapan di antaranya merupakan tembang Jawa, satu tembang Islami Tombo Ati, serta satu lagu Mars KensVil yang menjadi identitas Desa Kenep.

Meski belum tampil di hadapan publik, Marfuah memastikan kelompoknya siap jika mendapat kesempatan tampil, baik di tingkat desa, kecamatan, hingga perkotaan.

Lebih jauh, ia berharap Laras KensVil dapat terus berlanjut lintas generasi dan menjadi identitas budaya Desa Kenep. “Alhamdulillah, pemerintah desa dan masyarakat mendukung. Para suami juga senang istrinya berkesenian, tidak hanya bermain gawai,” ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.