Lima Hari Maling Bobol Rumah Rp 185 Juta di Menganti Gresik Belum Terungkap, Polisi: Masih Proses

oleh -335 Dilihat
Ilustrasi garis polisi.
Ilustrasi garis polisi. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Polsek Menganti menyatakan kasus dugaan pembobolan rumah warga di Gang Masjid, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, masih dalam proses penyelidikan. Pernyataan ini disampaikan setelah korban mengaku hingga lima hari setelah melapor belum mendapat perkembangan penanganan kasus.

Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan, laporan terkait pencurian tersebut telah diterima dan tengah ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim.

“Untuk laporan tersebut sudah diterima dan dalam proses lidik (penyelidikan). Untuk TKP rumah dalam keadaan kosong sudah lama tidak ditempati, untuk proses tindak lanjut nanti kita sampaikan dalam SP2HP dan laporan hasil penyelidikan,” ujar Arif melalui pesan WhatsApp, Senin (10/8).

Arif menegaskan, proses penyelidikan terus berjalan. Perkembangan penanganan perkara nantinya akan disampaikan kepada pelapor melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

“Masih dalam proses lidik, nanti diberikan progresnya melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan,” tutupnya.

Pernyataan tersebut menjadi respons atas keluhan V. Rah Indah, 68, pemilik rumah yang dibobol maling di Gang Masjid, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik.

Indah sebelumnya mengaku belum mendapatkan kabar mengenai perkembangan laporan yang dibuatnya ke Polsek Menganti.

“Belum, saya belum dapat kabar apa-apa dari polisi. Saya juga tidak bisa hubungi beliau (polisi, Red). Saya berharap pelaku segera tertangkap,” kata Indah.

Rumah Indah diketahui dibobol pada Rabu (5/8) sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu, Indah bersama Suharso datang ke rumah dan mendapati kondisi bagian dalam sudah berantakan. Seluruh barang berserakan.

Setelah dicek, sejumlah barang berharga diketahui hilang. Di antaranya mesin cuci, tempat tidur, sepeda gunung, sepeda lipat, meja makan, serta sejumlah peralatan rumah tangga. Bahkan, pelaku juga membawa sejumlah dokumen penting milik korban.

“Barang yang raib antara lain satu unit mesin cuci, tempat tidur, sepeda gunung, sepeda lipat, meja makan, serta sejumlah peralatan rumah tangga. Bahkan saya cek ijazah SD, SMP dan SMA juga hilang,” ungkap Indah.

Selain itu, Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 02650 juga ikut dibawa. Begitu pula STNK Honda Scoopy bernomor polisi L-3237-YV dan sepeda motor Honda Supra Fit bernomor polisi L-3501-ZJ. Total kerugian akibat pencurian tersebut ditaksir mencapai Rp 185 juta.

Indah mengatakan, rumah tersebut memang kerap kosong karena keluarganya harus bolak-balik ke RSI Wonokromo untuk menjalani kontrol. “Karena bapak harus bolak-balik kontrol ke RSI Wonokromo jadi tidak bisa setiap hari di rumah itu,” ujarnya.

Kasus tersebut kini masih ditangani Unit Reskrim Polsek Menganti. Polisi menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi dan menyampaikan perkembangan perkara kepada korban melalui SP2HP.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.