KabarBaik.co, Batu – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 114 Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama warga RW 11, Kelurahan Temas, Kota Batu, melakukan optimalisasi lahan bantaran sungai melalui penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat, asri, produktif, dan berkelanjutan di tengah permukiman warga.
Salah satu mahasiswa KKN MAS Kelompok 114, Najwa Ramadhani, mengatakan pemanfaatan lahan bantaran sungai dipilih karena kawasan tersebut sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
“Melalui kegiatan penanaman TOGA ini, kami berharap lahan bantaran sungai di RW 11 dapat dimanfaatkan menjadi ruang yang lebih hijau, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (23/8).
Sebelum dilakukan penataan, kondisi bantaran sungai di kawasan tersebut cukup memprihatinkan. Aliran sungai terlihat keruh dan kehitaman serta dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga yang mengendap di sepanjang badan sungai.
Kondisi itu semakin diperparah dengan adanya limbah darah ayam dari aktivitas pemotongan unggas di sekitar permukiman. Selain itu, masih ditemukan air limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai tanpa melalui proses pengolahan.
Persoalan tersebut membuat kawasan bantaran sungai kerap menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan maupun gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN MAS Kelompok 114, Diah Risqiwati, mengatakan penanaman TOGA menjadi langkah awal untuk mengubah kawasan yang sebelumnya kurang terawat menjadi ruang hijau yang lebih bermanfaat.
“Lahan bantaran sungai yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kami dorong agar menjadi area yang lebih hijau dan produktif,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bersama masyarakat melakukan sejumlah tahapan, mulai dari persiapan dan penataan lahan hingga penanaman berbagai jenis tanaman TOGA. Seluruh proses dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga secara langsung.
Menurut Diah, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Keberadaan tanaman obat di sekitar permukiman juga diharapkan dapat mengenalkan kembali berbagai tanaman yang memiliki nilai guna dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme warga terlihat selama proses kegiatan berlangsung. Mahasiswa dan masyarakat bahu-membahu menata kawasan bantaran sungai sehingga tercipta ruang yang lebih tertata dan hijau.
Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar hasil kegiatan tidak berhenti setelah program KKN berakhir. Warga diharapkan dapat ikut menjaga, merawat, dan mengembangkan tanaman yang telah ditanam.
“Menanam TOGA di bantaran sungai bukan hanya tentang menanam tanaman, tetapi juga menanam kepedulian. Perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni mengubah lahan yang belum termanfaatkan menjadi ruang hijau yang bermanfaat,” ungkap salah satu anggota KKN MAS Kelompok 114.
Mahasiswa berharap tanaman yang telah ditanam bersama warga RW 11 dapat terus tumbuh dan dirawat sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Optimalisasi lahan bantaran sungai tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi KKN MAS Kelompok 114 dalam membangun kepedulian lingkungan melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Dengan adanya penghijauan dan pemanfaatan lahan untuk TOGA, kawasan bantaran sungai di RW 11 Kelurahan Temas diharapkan secara bertahap dapat berubah menjadi lingkungan yang lebih bersih, sehat, hijau, dan produktif.
Kegiatan penanaman TOGA ini, diinisiasi atau diciptakan oleh DPL KKN MAS Kelompok 114 Diah Risqiwati, serta mahasiswa Muhammadiyah ‘Aisyiyah berbagai jurusan antara lain Sepri Rahmad Jeki Irwan, Annisah Turahmania, Elmira Andynov Azhari, Refiana Maia Anindya, M. Raffi Aficenna, Najwa Ramadhani, Julianti Triyani Syaputri M, Nadia Febrianti, Dela Agustina, Rahma Aulia, Andi Rayong, dan Nadya Aulia Rofiqof, juga Afifah Amatullah. (*)






