KabarBaik.co – Aksi demonstrasi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Surabaya pada Kamis (1/5), berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo. Sejumlah massa mulai berdatangan untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap kondisi perburuhan dan kebijakan pemerintah.
Namun ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, aksi May Day hingga pukul 15.00 WIB ini masih didominasi oleh kelompok mahasiswa dan massa berpakaian hitam-hitam. Mereka datang dari berbagai kampus dan komunitas, membawa poster serta spanduk berisi kritik terhadap situasi sosial dan ekonomi nasional.
Kelompok buruh yang selama ini menjadi aktor utama dalam aksi May Day, justru tampak minim kehadiran di depan Gedung Negara Grahadi. Dari pantauan di lapangan, hanya terlihat massa dari Konfederasi KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) yang mengenakan atribut merah khas mereka. Sementara organisasi buruh besar lainnya belum terlihat aktif di lokasi unjuk rasa.
Dalam orasinya, kelompok mahasiswa menyampaikan berbagai kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, beberapa orator menyuarakan kalimat bernada kasar saat menyebut nama Presiden, memicu sorak-sorai dari massa aksi lainnya. Isu kesejahteraan buruh, pendidikan, hingga kekerasan aparat menjadi pokok utama tuntutan mereka.
Salah satu peserta aksi, mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, tampak membawa poster bergambar Prabowo mengenakan pakaian militer dengan narasi sindiran.
Hingga sore hari, aksi berlangsung dalam pengawalan ketat aparat kepolisian. Jalan Gubernur Suryo ditutup untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Meski berlangsung kondusif, aparat tetap bersiaga untuk mencegah adanya eskalasi. Massa dijadwalkan membubarkan diri usai menyampaikan tuntutan mereka di depan Gedung Grahadi. (*)








