Mbak Wali Tegaskan Rumah Ibadah di Kota Kediri Harus Jadi Ruang Aman, Inklusif dan Mendidik

oleh -240 Dilihat
17fda0b8 7e60 4cdd 8ddf 60b63f17b248
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat kegiatan Sosialisasi Rumah Ibadah Ramah Anak (Bagian Prokompim Setda Kota Kediri)

KabarBaik.co – Rumah ibadah bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kasih sayang, dan toleransi bagi anak-anak. Hal ini disampaikan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam kegiatan Sosialisasi Rumah Ibadah Ramah Anak yang digelar di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (8/10).

Dalam sambutannya, perempuan yang akrab disapa Mbak Wali itu menegaskan pentingnya peran rumah ibadah sebagai tempat pembinaan spiritual sekaligus moralitas generasi muda.

“Rumah ibadah ini merupakan tempat suci sekaligus ruang pembinaan karakter. Di sinilah nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, dan toleransi ditanamkan, terutama bagi anak-anak kita,” ujar Wali Kota termuda di Indonesia tersebut.

Mbak Wali menjelaskan rumah ibadah ramah anak harus memenuhi empat prinsip utama: aman, nyaman, inklusif, dan mendidik. Pertama, aman, artinya anak harus merasa terlindungi ketika beraktivitas di rumah ibadah—bebas dari kekerasan maupun perundungan.

Kedua, nyaman, mencakup lingkungan yang bersih, sehat, dan kondusif untuk belajar. Ketiga, inklusif, yakni setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi.

Dan keempat, mendidik, yaitu rumah ibadah menjadi ruang pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai agama yang melengkapi pengetahuan di sekolah.

“Harapan kami, rumah ibadah dapat menjadi ruang yang benar-benar aman dan nyaman bagi anak-anak. Tentu hal ini membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk para pengurus rumah ibadah,” tambahnya.

Mbak Wali menegaskan bahwa inisiatif Rumah Ibadah Ramah Anak merupakan bagian dari komitmen Pemkot Kediri untuk mewujudkan Kota Layak Anak. Kolaborasi lintas sektor—antara pemerintah, pengurus rumah ibadah, tokoh agama, dan masyarakat—menjadi kunci agar ruang spiritual ini benar-benar berfungsi sebagai sarana pembentukan generasi berkarakter.

“Dengan bekal ilmu agama dan pengetahuan yang seimbang, kita ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kuat, dan berdaya saing,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Syamsul Bahri, Kepala Kemenag Kota Kediri Zamroni, Kabag Kesra Ahmad Jainuddin, serta para tokoh lintas agama dan pengurus rumah ibadah se-Kota Kediri. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhamad Dastian Yusuf
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.