KabarBaik.co – Sebagai negara yang terletak di jalur cincin api Pasifik (ring of fire), wilayah selatan Pulau Jawa memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami.
Menanggapi hal tersebut, Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) PMI Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, menggelar aksi reboisasi dan sosialisasi mitigasi bencana pada Minggu pagi (18/1).
Kegiatan ini sekaligus memperingati satu tahun berdirinya Sibat Desa Kepanjen. Selama setahun terakhir, kelompok ini aktif mengedukasi masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana melalui kolaborasi antara PMI Kabupaten Jember dan Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross Society).
“Kontribusi Sibat dalam mengedukasi masyarakat Desa Kepanjen mengenai risiko bencana alam sangatlah luar biasa. Saya bangga mereka dapat berpartisipasi aktif di tengah masyarakat,” ujar Sukamid, Kepala Desa Kepanjen.
Sementara itu pengurus PMI Jember Narto mengatakan, aks reboisasi di sepanjang bibir pantai tersebut melibatkan personel PMI Jember, perwakilan Palang Merah Jepang, anggota Sibat, serta masyarakat setempat. Penghijauan ini bertujuan untuk mencegah abrasi sekaligus berfungsi sebagai benteng alami (sabuk hijau) terhadap terjangan angin kencang maupun ancaman tsunami.
“Wilayah kita berada di pesisir selatan. Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat menjadi lebih siap. Semoga kita selalu dijauhkan dari bencana, namun kesiapan adalah kunci utama,” tuturnya.
“Bencana alam tidak bisa ditebak kapan datangnya. Dalam satu tahun perjalanannya, Sibat sangat aktif menggerakkan masyarakat melalui program-program edukasi kesiapsiagaan bencana,” tambahnya
Melalui keberhasilan aksi ini, Sibat Desa Kepanjen diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan tanggap terhadap ancaman bencana di masa depan.(*)








