KabarBaik.co – Ribuan bangunan sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Bojonegoro kondisinya memprihatinkan. Ribuan sekolah tersebut mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
Berdasarkan data rekapitulasi jumlah SD dan SMP rusak yang dihimpun Komisi C DPRD Bojonegoro, jumlah sekolah rusak mencapai 1.027 ruangan kelas. Mulai kerusakan ringan, sedang, maupun rusak berat. Dari jumlah itu, sebanyak 816 ruang kelas SD negeri mengalami kerusakan berfariatif, mulai kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
Sementara, untuk ruang kelas SMP negeri mencapai 211 yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Sementara, untuk jumlah keseluruhan ruang kelas di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro mencapai 5.292 ruang kelas.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto mengungkapkan, sampai saat ini persoalan sarana prasarana (sarpras) pendidikan di Kabupaten Bojonegoro kondisinya masih sangat memprihatinkan. Hal itu disebabkan minimnya SDM di Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro yang menangani perihal sarpras.
”SDM dinas pendidikan yang menangani soal sarpras sangat minim,” tegas Supriyanto, Sabtu (12/10). Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, Disdik Bojonegoro telah mengajukan satu bidang khusus yang menangani terkait sarpras pendidikan, namun setelah satu tahun diajukan belum ada tindak lanjut dari Pemkab Bojonegoro.
”Tapi sampai sekarang belum ada progres (pengajuan tersebut). Padahal itu adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah terkait sarpras pendidikan,” jelas politisi yang akrab disapa Mas Pri ini. Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Bojonegoro, Nur Sujito belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. (*)







