Menjelajah Sejarah dan Sains Digital di Gresik Universal Science

oleh -118 Dilihat
c6d398b6 bf1f 458b a83c 36fe4aaee4d7
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat meninjau GUS. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Dari wilayah selatan Balongpanggang, Gresik sebuah ruang belajar baru perlahan diperkenalkan. Bukan ruang kelas dengan papan tulis dan bangku kayu, melainkan gedung tiga lantai yang memadukan cahaya digital, cerita sejarah, dan imajinasi masa depan.

Tempat itu bernama Gresik Universal Science (GUS). Destinasi wisata edukasi digital terbaru di Kabupaten Gresik yang mulai diperkenalkan kepada publik, akhir Desember 2025 lalu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir langsung dalam soft launching tersebut menyebut GUS sebagai ikhtiar menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan generasi hari ini.

Teknologi digital, video mapping, dan konsep imersif digunakan untuk mengemas sejarah serta budaya Gresik agar lebih mudah dipahami dan dinikmati, khususnya oleh anak-anak.

“Gresik Universal Science kami rancang sebagai wisata edukasi yang sarat nilai. Mulai dari digitalisasi, video mapping, hingga sejarah Kabupaten Gresik,” kata Bupati Yani.

Pemilihan Balongpanggang sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Kawasan ini menjadi simbol pemerataan pembangunan sekaligus pintu masuk wisata edukasi baru di Gresik bagian selatan.

Aksesnya pun semakin terbuka karena telah terhubung dengan layanan Trans Jatim, membuat kunjungan ke GUS relatif terjangkau bagi masyarakat lintas daerah.

Memasuki lantai pertama, pengunjung langsung diarahkan oleh peta interaktif yang berfungsi sebagai penunjuk eksplorasi. Dari sana, cerita Gresik mulai disusun ulang melalui Zona Sejarah, kekayaan kuliner lokal, hingga peta kebudayaan yang ditampilkan secara visual dan digital.

Pengalaman berlanjut ke lantai kedua, ruang di mana teknologi bekerja lebih intens. Zona Budaya Lokal disajikan dalam format immersive room, memadukan visual dan audio.

Sejarah Islam Gresik juga dihadirkan dalam pendekatan modern, berdampingan dengan kesenian khas Damar Kurung yang ditampilkan dalam ruang cermin reflektif.

Di lantai paling atas, nuansa berubah menjadi lebih eksploratif. Cerita-cerita lokal dituturkan melalui dinding digital, permainan edukatif mengajak anak-anak belajar sambil bermain, sementara Zona Semesta Imaji menjadi ruang bagi imajinasi dan rasa ingin tahu generasi muda.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menjelaskan, gedung GUS dibangun menggunakan APBD murni dan memiliki 12 zona edukasi yang dirancang berkelanjutan. Ia menyebut GUS bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang pembelajaran publik jangka panjang.

Peluncuran GUS juga beriringan dengan pelantikan 67 pengurus Karang Taruna Kabupaten Gresik periode 2025–2030 dari 18 kecamatan. Dipimpin Satya Pradika, Karang Taruna nantinya dilibatkan dalam pengelolaan sejumlah zona, membuka ruang partisipasi pemuda dalam ekosistem wisata edukasi digital.

Bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, GUS bukan hanya bangunan baru. Ia adalah upaya menyampaikan masa lalu dengan bahasa masa kini, sekaligus menyiapkan generasi muda untuk menatap masa depan dengan cara yang lebih menyenangkan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.