Muhaimin Minta Muktamar ke-35 NU Tak Sekadar Berebut Kursi Ketua Umum

oleh -105 Dilihat
IMG 20260826 WA0087
Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar. (Foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, mulai menjadi perhatian. Selain soal figur yang akan memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), arah organisasi setelah memasuki abad kedua dinilai menjadi agenda yang jauh lebih penting.

Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar, menilai Muktamar ke-35 NU harus menjadi momentum untuk menentukan arah perjalanan organisasi ke depan. Hal itu disampaikan Muhaimin seusai meresmikan Perintis Berdaya Connect (PBC) Batu di Pusat Layanan Terpadu (PLUT) UMKM Kota Batu, Rabu (26/8).

Menurut Muhaimin, pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU memang menjadi bagian penting dalam muktamar. Namun, agenda tersebut tidak boleh membuat tujuan yang lebih besar dari forum tertinggi NU terabaikan. “Memilih ketua umum penting, tapi yang lebih penting menjaga ukhuwah dan persatuan. Jangan sampai organisasi ini terbelah, tercerai-berai,” ujar Muhaimin.

Ia berharap seluruh proses Muktamar ke-35 NU berlangsung lancar dan tetap mengedepankan persatuan, kesatuan serta ukhuwah Islamiyah. Muhaimin juga mengingatkan para pemilik suara agar tidak sembarangan menentukan pilihan. Mereka diminta selektif serta menggunakan hati nurani dalam memilih sosok yang dinilai mampu membawa kepentingan NU, umat Islam, bangsa dan negara.

Muktamar Pertama di Abad Kedua

Muhaimin menilai Muktamar ke-35 memiliki posisi istimewa dalam perjalanan sejarah NU. Sebab, forum tersebut menjadi muktamar pertama setelah NU memasuki abad kedua. Karena itu, ia berharap pembahasan dalam muktamar tidak berhenti pada persoalan siapa yang akan menduduki posisi Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU.

“Ini menjadi muktamar pertama NU memasuki abad kedua. Oleh karenanya, Muktamar ini seharusnya tidak berhenti sebagai forum memilih Rais Aam dan Ketua Umum baru, melainkan menjadi forum untuk menentukan kembali arah dan tujuan NU,” ungkapnya.

Menurutnya, arah NU di abad kedua merupakan pertanyaan yang lebih strategis dibanding sekadar pergantian kepemimpinan. “Menurut saya, inilah pertanyaan yang jauh lebih penting daripada siapa yang kelak duduk di kursi Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU,” lanjutnya.

Muhaimin menyebut NU memiliki berbagai modal untuk berkembang menjadi organisasi yang semakin mandiri. Kekuatan tersebut antara lain jaringan pesantren, madrasah, perguruan tinggi, rumah sakit, lembaga sosial hingga jaringan ekonomi. NU juga memiliki struktur organisasi yang menjangkau seluruh tingkatan, mulai dari pusat hingga ranting.

Ditambah dengan basis jamaah yang besar, Muhaimin menilai NU memiliki potensi besar untuk memainkan peran strategis dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Karena itu, Muktamar ke-35 di Tambakberas diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan sekaligus arah baru yang memperkuat persatuan, kemandirian dan peran NU di abad kedua. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.