Musim Haji 2026, Perajin Tasbih di Jombang Kebanjiran Pesanan hingga 80 Persen

oleh -182 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 08 at 11.16.39 AM
Pembeli melihat tasbih handmade asal Gudo, Jombang (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Datangnya musim haji 2026 membawa berkah bagi para perajin manik-manik di Desa Plumbon Gambang, Gudo, Jombang. Permintaan tasbih handmade meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Tasbih khas Gudo menjadi salah satu suvenir favorit bagi calon jemaah haji. Lonjakan pesanan ini turut mendongkrak omzet para perajin.

Salah satu pelaku usaha, Nur Wachid, mengaku kewalahan memenuhi permintaan yang naik signifikan dibanding hari biasa.

“Permintaan tasbih meningkat sekitar 70 sampai 80 persen. Saat musim haji seperti sekarang, pembelian untuk suvenir biasanya minimal 100 buah per orang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (8/5).

Menurutnya, tasbih produksi Desa Plumbon Gambang diminati karena dibuat secara handmade. Selain itu, bahan bakunya berasal dari limbah kaca yang diolah kembali menjadi produk bernilai jual tinggi.

Pesanan pun tidak hanya datang dari wilayah Jombang, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pesanan datang dari Kalimantan, Bali, Jakarta, bahkan hampir seluruh Indonesia,” katanya.

Harga tasbih bervariasi, mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 100 ribu per buah, tergantung bahan, motif, dan tingkat kerumitan. Tak hanya pasar domestik, tasbih asal Gudo juga pernah menembus pasar internasional melalui agen ekspor.

“Pernah dikirim ke Taiwan, Malaysia, dan Thailand,” ungkapnya.

Di tengah tingginya permintaan, para perajin menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan baku. Harga kaca pewarna yang sebelumnya Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp 700 ribu sampai Rp 900 ribu per kilogram.

Sementara bahan dasar kaca naik dari Rp 5 ribu menjadi Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikan harga gas elpiji juga turut menambah biaya produksi.

Meski begitu, para perajin tetap berupaya memenuhi permintaan pasar dan berharap ada perhatian pemerintah untuk menstabilkan harga bahan baku.

Salah satu pembeli, Tantrina Rahmawati, 36, mengaku sengaja datang ke lokasi untuk mencari oleh-oleh unik.

“Tadi beli aksesoris manik-manik untuk kalung yang akan diberikan ke keluarga,” ujarnya.

Ia tertarik karena desain produk yang dinilai unik dan jarang ditemui di tempat lain.

“Aksesorisnya unik dan bagus. Saya baru tahu ada sentra kerajinan seperti ini di sini,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.