Gunung Semeru Erupsi Jumat Pagi, Tinggi Letusan Capai 1,2 KM

oleh -55 Dilihat
Erupsi Gunung Semeru.
Erupsi Gunung Semeru. (Foto: Ist/ANTARA)

KabarBaik.co, Lumajang – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi sebanyak empat kali pada Jumat (8/5) pagi. Tinggi kolom letusan tercatat mencapai 1,2 kilometer di atas puncak.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.39 WIB. Namun, visual letusan tidak teramati dan aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat. Selang beberapa menit, tepatnya pukul 00.52 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi dengan kondisi visual yang juga belum dapat diamati.

“Gunung Semeru kembali erupsi pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 1,2 km di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam laporan tertulisnya.

Liswanto menjelaskan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke timur laut. Hingga laporan tersebut dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Tak lama berselang, erupsi kembali terjadi pada pukul 06.09 WIB. Kali ini, tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau sekitar 4.576 mdpl. Abu vulkanik terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara.

“Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.50 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 km di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara,” ujarnya.

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujarnya.(*/ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.