KabarBaik.co – Para petani di Kabupaten Bojonegoro mengalami gagal panen pada musim kemarau tahun ini. Dari data Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, tercatat sebanyak 43.87 lahan padi mengalami gagal panen atau puso.
Dari total 83.197 hektare lahan baku sawah (LBS) seluas 98 hektare di antaranya mengalami puso yang tersebar di tiga kecamatan. Meliputi Kecamatan Balen seluas 6 hektare, Kecamatan Ngambon sebanyak 32 hektare, dan terbanyak dari Kecamatan Kapas sejumlah 60 hektare lahan mengalami kerusakan.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman (Sarpras dan Perlintan) DKPP Bojonegoro Retno Budi Widyanti mengatakan, pihaknya belum menerima laporan penambahan puso lagi hingga Jumat (30/8). Sebab, saat ini pola tanam di wilayah tadah hujan dan lahan yang tidak ada sumber air ditanami palawija atau tembakau.
”Saat ini tidak ada laporan penambahan lahan mengalami pusolagi,’’ ujar Retno, Sabtu (31/8).
Menurutnya, dari total 98 hektare lahan mengalami puso, hanya lahan di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, yang tercover asurasi usaha tani padi (AUTP). Atau seluas sekitar 54,13 hektare yang disetujui klaim oleh pihak AUTP. Sementara, untuk lahan lainnya yang mengalami puso tidak mendaftar AUTP. (*)







